Sabtu, 14 Des 2019

Western Union Miliki 550 Ribu Outlet di 200 Negara

redaksi Senin, 02 Desember 2019 21:54 WIB
bisnis.tempo.co
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Pengiriman uang atau transfer yang dilakukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia yang menggunakan jasa pengiriman uang Western Union (WU) ke Indonesia mencapai satu juta lebih transaksi dalam satu tahun.
"Jumlah transaksi lebih kurang dalam satu tahun lebih dari satu juta transaksi. Kalau jumlah nominal-nya kita tidak tahu pasti," ujar Chief Executive Officer (CEO) Western Union Payments Malaysia Sdn Bhd, Henry Ong Hong Khoon didampingi Direktur dan CEO Horizon Remit Subbaraman AV di Kuala Lumpur, Sabtu (30/11).

Henry mengemukakan hal tersebut usai peresmian konsep baru Western Union di Pusat Perbelanjaan Kotaraya Complek Jalan Tun Tan Cheng Lock, City Centre, Kuala Lumpur, milik Horizon Remit.

Henry mengatakan peresmian konsep baru WU ini adalah yang pertama dilakukan yang nanti akan dilakukan secara bertahap. "Untuk sistem pengiriman uang masih sama. Kalau anda antar kiriman uang dalam tunai akan sampai dalam hitungan menit berarti kalau kirim uang ke Indonesia akan sampai dalam beberapa menit," katanya.
Dia mengatakan untuk pengambilan uang di Indonesia tidak selalu diambil di kantor Pos Indonesia tetapi bisa juga di Pegadaian, Bank Mandiri dan sejumlah agen.

"Untuk pengambilan di ATM untuk Indonesia tidak boleh lagi. Kalau ke rekening bank boleh tetapi kalau ambil di ATM tidak boleh," katanya.

Selain pengiriman ke Indonesia, WU untuk wilayah Asia banyak melayani pengiriman uang ke Filipina, Myanmar, Banglades, India, Vietnam dan Nepal.

Untuk biaya pengiriman uang dia, mengatakan untuk pengiriman di atas RM150 biayanya RM5. Henry mengatakan lokasi WU di Malaysia ada sekitar 2.800 tempat karena jasa pengiriman uang asal Amerika Serikat tersebut juga menggandeng Pos Malaysia, Hong Leong Bank, RHB, Public Bank, MayBank dan sebagainya.
"Saat ini WU memiliki 550 ribu perwakilan di seluruh dunia yang berlokasi di 200 negara," katanya. (T/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments