Rabu, 21 Agu 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Waspadai Tiga Ciri Penumpang Gelap Demokrasi yang Membahayakan Indonesia

Waspadai Tiga Ciri Penumpang Gelap Demokrasi yang Membahayakan Indonesia

admin Minggu, 26 Mei 2019 14:41 WIB
Ridlwan Habib
Jakarta (SIB) -Meski secara umum pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berjalan dengan aman, damai, dan lancar, namun masih ada pihak-pihak yang terus saja memprovokasi masyarakat agar menolak hasil pemilu. Orang-orang yang terus memprovokasi masyarakat itu termasuk dalam kelompok penumpang gelap demokrasi di Indonesia.

"Mereka adalah penumpang gelap dalam proses pemilu, terutama pemilihan presiden, yang sangat berbahaya bagi demokrasi di Indonesia," ujar pengamat terorisme dari The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib, di Jakarta, Selasa (14/5).

Dikatakan, ada tiga ciri utama penumpang gelap demokrasi yang bisa membahayakan Indonesia. Pertama, kelompok ini melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu dengan cara-cara di luar prosedur demokrasi yang sudah disepakati.

"Misalnya, dengan cara menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial dengan berbagai jenis kebohongan. Mereka juga memprovokasi masyarakat agar menduduki gedung KPU, sehingga sistem demokrasi yang tengah berjalan itu lumpuh," katanya.

Kedua, kelompok ini tidak mempunyai basis data yang valid dan kuat, yang bisa dipertanggungjawabkan dalam melakukan tuduhan maupun klaim. Ketika ditanya bukti, mereka akan menyodorkan fakta fakta yang sebenarnya bukan bukti yang dimaksud.

"Misalnya, tuduhan kecurangan karena ada sekitar 500 anggota KPPS yang meninggal dunia. Padahal, hasil investigasi dari Kementerian Kesehatan membuktikan bahwa petugas itu meninggal karena memang sudah mengidap sakit dan terpicu oleh kelelahan," ujar Ridlwan.

Ciri-ciri ketiga, ujar Ridlwan, kelompok penunggang gelap ini mempunyai tujuan menciptakan konflik di Indonesia. Dengan konflik itu, mereka bisa berpeluang menawarkan solusi lain selain sistem demokrasi.

Tawaran ideologi alternatif itu tidak akan bisa diterima rakyat kalau situasi Indonesia damai dan rukun. Karena tujuan mereka konflik, maka fakta dan kebenaran apa pun akan ditolak supaya terjadi public distrust terhadap pemerintah yang sah.

"Karena itu, saya mengimbau elite politik, terutama di kubu calon nomor urut 02 yang berjiwa demokratis, cerdas, dan ksatria agar mewaspadai ciri-ciri kelompok penumpang gelap itu. Kita juga berharap kepada Polri agar tegas terhadap setiap tindakan melanggar hukum yang mengancam keutuhan NKRI," ujar Ridlwan. (SP/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments