Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Trump Ancam Hancurkan dan Lenyapkan Ekonomi Turki jika Bertindak Kelewat Batas

Trump Ancam Hancurkan dan Lenyapkan Ekonomi Turki jika Bertindak Kelewat Batas

admin Rabu, 09 Oktober 2019 20:08 WIB
Washington DC (SIB) -Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan ekonomi Turki setelah memberi lampu hijau untuk menyerang utara Suriah. Militer AS menyatakan, sebanyak 50-100 "operator khusus" sudah ditarik dari medan utara, daerah penyangga pasukan Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang merupakan tulang punggung SDF, adalah target yang hendak disasar Ankara dalam operasi militer.

Sehari setelah memberikan lampu hijau, Trump mendapat kritikan hebat dari sekutunya di Republik karena mengabaikan Kurdi, sekutu AS dalam menumpas ISIS. Dalam serangkaian kicauannya di Twitter seperti diberitakan AFP Senin (7/10), Trump mulai berbalik dengan memberi ancaman bagi Turki. "Jika Turki melakukan sesuatu, menurut kebijaksanaan saya yang luar biasa, di luar batas, maka saya akan menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki," ancamnya.

Presiden 73 tahun itu menegaskan, Ankara dan negara Eropa lainnya harus mengawasi anggota ISIS dan keluarganya dan mengklaim AS sudah mengalahkan ISIS. "Kini saatnya bagi yang lain, termasuk negara makmur, melindungi teritori mereka. AS HEBAT!" ujar presiden ke-45 dalam sejarah AS.

Trump melanjutkan, dia memberikan ancaman bagi pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan agar tidak bertindak yang bisa dianggap tidak manusiawi. "Jika tidak, mereka bakal menderita karena murka dari ekonomi yang akan hancur," tuturnya. Namun, dia menyatakan ingin mengakhiri keberadaan pasukan AS di kawasan. "Kami ingin memulangkan pasukan kami dari perang tak berkesudahan ini. Kami tidak berperang. Kami mengawasi seperti polisi," lanjutnya.

Sumber pejabat senior membantah Trump memberikan lampu hijau untuk menginvasi utara Suriah, dan memunculkan kekhawatiran tawanan ISIS bakal kabur akibat konflik tersebut. Pejabat anonim itu mengungkapkan, tentara Turki berniat untuk melakukan operasi militer berdurasi pendek, tanpa melibatkan AS. Erdogan sebelumnya menyatakan, dia bisa saja langsung menggelar serangan terhadap Kurdi tanpa harus mengumumkan peringatan terlebih dahulu.

Turki memandang YPG merupakan teroris, karena dituding punya hubungan dengan milisi Kurdi di dalam Turki, dan berniat menghancurkan mereka. Selain itu, Turki juga berniat membuat "zona aman" yang berfungsi sebagai lokasi penampungan bagi sebagian pengungsi Suriah. Saat ini, Turki menampung 3,6 juta pengungsi yang melarikan diri dari Suriah buntut perang saudara yang berlangsung dalam delapan tahun terakhir. (AFP/kps/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments