Senin, 18 Nov 2019

Survei PDB: Jokowi, Dahlan dan Ahok Cawapres Paling Potensial

Sabtu, 18 Januari 2014 20:36 WIB
Jakarta (SIB)- Selain menjadi capres terkuat saat ini ternyata sosok Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) juga kandidat cawapres potensial. Ada dua nama lain di bawah Jokowi yakni Menteri BUMN Dahlan Iskan, dan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama.

“Elektabilitas Jokowi di cawapres tertinggi tapi tidak setinggi di posisi capres,” kata Ketua dan Pendiri PDB, Didik J Rachbini , dalam paparan hasil surveinya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (17/1).

Survei ini dilakukan melalui wawancara telepon pada tanggal 4 – 8 Januari 2014. Responden dipilih secara acak sistematis berdasarkan buku petunjuk telepon residensial yang diterbitkan oleh PT Telkom.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 orang mewakili masyarakat pengguna telepon di 11 Kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura. Margin of Error +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Ada fenomena menarik yakni munculnya nama Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai salah satu cawapres paling potensial saat ini.

“Ahok jadi nama baru karena dia sering di media, pusat media di Jakarta. Meski dia ngomongnya keras-keras juga,” kata Didik.

Berikut cawapres terkuat saat ini, versi survei PDB:
1. Joko Widodo: 10,8%
2. Dahlan Iskan: 7%
3. Basuki Tjahaja Purnama: Ahok 6,4%
4. Jusuf Jakka: 5,3%
5. Mahfud MD: 3,4%
6. Gita Wirjawan: 3%
7. Hatta Rajasa: 1,9%
8. Harry Tanoesoedibjo: 1,8%
9. Chairul Tanjung: 1,7%
10. Anis Matta: 0,8%
11. Marzuki Alie: 0,8%
12. Prananda Prabowo: 0,5%
13. Puan Maharani: 0,4%
14. Pramono Edhie Wibowo: 0,3%
15. Djoko Suyanto: 0,1%
16. Irman Gusman: 0,1%
Tidak tahu/tidak jawab: 55,6%.

MENURUN
Sementara tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintahan SBY-Boediono disurvei menurun. Saat ini hampir 50% masyarakat tidak puas dengan pemerintahan yang digawangi Partai Demokrat.

“Publik yang merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintah lebih banyak dari pada publik yang merasa puas. Lebih dari 50 persen publik merasa tidak puas terhadap kinerja pemerintahan SBY-Boediono,” kata Ketua dan Pendiri PDB, Didik J Rachbini.

Banyak persoalan yang membuat tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintah menurun. Meski demikian kondisi politik cukup kondusif.

“Sejauh ini politik cukup kondusif sebagai pondasi ekonomi. Kinerja ekonomi yang menurun tahun 2013 dan diperkirakan akan kembali turun pada tahun 2014 lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal global. Juga faktor kapasitas kepemimpinan pemerintah yang belum efektif mendorong kemajuan ekonomi,” katanya.

Berikut hasil survei PDB soal tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintahan SBY-Boediono:
Puas: 38,7%
Sangat puas: 1,4%
Tidak Puas: 49,2%
Sangat tidap puas: 4,5%
Tidak tahu/ tidak menjawab: 6,2%.

(detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments