Senin, 21 Okt 2019

Sumsel Dikepung Karhutla, Gubernur Minta Bupati Jaga Kandang

admin Selasa, 17 September 2019 19:58 WIB
Ilustrasi
Palembang (SIB) -Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta bupati dan wali kota di provinsi itu tidak meninggalkan daerah alias jaga kandang. Alasannya, karena Sumsel saat ini sedang dikepung kabut asap.

"Bila tidak terlalu penting jangan meninggalkan daerah karena sekarang ini masih banyak titik panas," kata Herman Deru di Palembang, Senin (16/9).

Dia menyebutkan saat ini merupakan musim kemarau di mana lahan dan hutan rawan terbakar sehingga perlu terus dipantau dan dicegah sedini mungkin terjadinya karhutla. Herman juga meminta bupati dan wali kota mendata secara detail titik panas dan titik api bila ada dan harus dilakukan secara rutin.

"Kesemuanya itu dilakukan agar bila ada titik api maka cepat dipadamkan sehingga kebakaran hutan dan lahan tidak terulang kembali," ucapnya.

Ketika ditanya mengenai anggaran dalam mengantisipasi karhutla, dia mengatakan memang ada anggaran darurat dan pengeluarannya harus ada usulan. Dengan adanya upaya secara maksimal itu diharapkan kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi di provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota tersebut.

"Namun semuanya itu tidak terlepas dari dukungan semua pihak terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan karhutla," ungkap Herman.

Diselimuti Kabut Asap
Karhutla masih terus terjadi di sejumlah wilayah di Sumsel beberapa hari terakhir. Akibatnya, kabut asap sisa kebakaran kembali menyelimuti Kota Palembang.

Pantauan wartawan, kabut asap masuk ke Palembang sejak Minggu (15/9) sekitar pukul 21.00 WIB. Kabut asap ini juga menimbulkan bau menyengat dan membuat mata pedih.

Kemarin pagi, asap tebal terlihat menyelimuti Kota Pempek dan sekitarnya. Bahkan di daerah Seberang Ulu, kabut asap terlihat cukup tebal hingga membuat warga resah.

"Pagi ini kabut asap tebal, nggak seperti kemarin," kata seorang warga, Nurhaliza saat ditemui di Pasar 10 Ulu Palembang.

Nur yang sudah biasa keluar pagi hari itu mengaku khawatir melihat kondisi Kota Palembang diselimuti kabut asap. Sebab dia takut bakal terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA.

"Saya keluar setiap pagi tidak seperti ini, jadi takut juga kalau kondisi udara ini tak sehat. Bau asap," katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di situs resmi bmkg.co.id, tercatat kualitas udara di Palembang 'Sangat Tidak Sehat'. Bahkan catatan itu hampir mendekati di angka Berbahaya.

Melihat kondisi tersebut, BMKG Sumsel pun memberikan peringatan dini terkait kebakaran lahan, terutama di beberapa daerah yang dianggap rawan karhutla di Bumi Sriwijaya.

"Peringatan dini, waspada potensi mudah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, PALI, OKU Timur, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lahat dan Empat Lawang," tulis staf prakirawan cuaca, BMKG Sumsel. (detikcom/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments