Senin, 16 Sep 2019

Suku Batak di Sorong Harus Mematuhi Adat Setempat

* Gereja HKBP Nazaret Sorong, Papua Barat "Diompoi"
admin Rabu, 14 Agustus 2019 21:08 WIB
SIB/Dok
Jabat Tangan : Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing bersama Ketua Suku Moi Sorong, Papua Barat, pada saat Ibadah Mangompoi Gereja HKBP Nazaret Sorong, Papua Barat, Minggu (11/8).
Medan (SIB) -Suku Batak yang menetap di Sorong, Provinsi Papua Barat, khususnya di Tanah Moi harus mematuhi adat dan budaya suku setempat.

"Kami suku Moi unik, sesuai dengan nama Moi yang berarti halus, sehingga budi, tutur kata, budaya, tarian, itu halus (gemulai), berbeda dengan suku lainnya di Papua yang lebih energik," kata Ketua Adat Suku Moi Sorong Sipai Abner Bisolu didampingi Biro Perlindungan Suku Moi Papua, ketika menghadiri Ibadah Mangompoi Gereja HKBP Nazaret Sorong, Papua Barat, Minggu (11/8) lalu.

Ia juga mengatakan, jika suku Batak menghadapi masalah di Tanah Moi, agar langsung berhubungan dengan suku Moi, bukan dengan suku lain karena suku Moi pemilik wilayah itu. "Hak atas aturan, wilayah, siapapun yang tinggal di sini harus mematuhi adat setempat, demikian HKBP juga tentu menghargai budaya setempat," katanya.

Penyampaian itu dijelaskan kembali oleh Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing kepada wartawan di Medan, Selasa (13/8). Ia menyebutkan, pertemuan antara warga suku Batak dan suku Moi saat peresmian HKBP Nazareth Sorong, sekaligus pelaksanaan ibadah minggu.

HKBP Nazaret Sorong salah satu gereja di Provinsi Papua Barat, dipimpin Pdt Risen Parhusip STh dengan jumlah jemaat 110 KK. Gereja itu terdaftar dalam koordinasi pelayanan HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur yang dipimpin Praeses Pdt Pahala Sitorus MTh.

Senada dengan harapan Ketua Adat Suku Moi Sorong, Ephorus juga berpesan agar seluruh jemaat HKBP di manapun berada agar bermasyarakat dengan baik, bersahabat, dan memberikan yang terbaik bagi daerah, negara dan warga sekitar.

Dalam kunjungan pastoral ini, Ephorus memimpin Pangompoion Gereja HKBP Nazareth Sorong, memberikan bimbingan pastoral kepada jemaat dan para sintua, serta kunjungan pastoral ke Persiapan Jemaat HKBP Galilea Raja Ampat.

Ketua Suku Batak Sorong Raya Dr Tagor Manurung mengapresiasi semangat dan perjuangan jemaat membangun gereja itu. "Kita juga harus bermasyarakat, bersahabat kepada semua orang khususnya warga asli daerah ini. Sebagai ketua suku Batak di Sorong, saya mendukung HKBP, di daerah ini lebih kuat adat di banding yang lain," sebutnya.

Sementara, Panitia Taon Parasinirohaon L Simanjuntak menyampaikan terimakasih kepada seluruh undangan, baik dari unsur pemerintahan, ketua-ketua adat dan suku yang ada di Papua Barat, dan secara khusus kunjungan Ompu i Ephorus HKBP yang meresmikan gereja sekaligus memberikan bimbingan kepada seluruh jemaat di Papua Barat.

Sedangkan Ketua Pembangunan L Sibuea (Op Henok) menjelaskan, pembangunan Gereja HKBP Nazareth Sorong sekira 8 tahun lamanya, dimulai sejak masa Pdt Very Siregar dan Ketua Pembangunan G Simatupang, dilanjutkan masa Pdt Risen Parhusip. "Sejak awal hingga penyelesaian pembangunan menelan biaya Rp 2.850.000.000 didukung jemaat dan para donatur. (Rel/R13/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments