Minggu, 05 Apr 2020

Rusdi Kirana Launching NU Lion di Jatim

Senin, 10 Maret 2014 15:42 WIB
Surabaya (SIB)- Mantan direktur Lion Air Rusdi Kirana melaunching Nu Lion di Jawa Timur. Pria yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PKB ini mengucurkan dana senilai Rp 2 M untuk 400 peserta.

"Dana dari perusahaan (NU Lion) senilai Rp 2 M, ini dana bergulir untuk 400 orang melalui PBNU Jatim," kata Rusdi Kirana di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (9/3/2014).

Rusdi sendiri menjabat sebagai Komisaris utama Nu Lion. Rusdi selama minimal 5 tahun ke depan akan melihat, siapa yang bisa mengelola uang ini secara baik.

"Untuk petani, peternak, siapa yang bisa mengelola uang Rp 5 juta, karena 400 orang toh. Kalau seandainya uang Rp 5 juta itu hilang, ya sudah, berarti uda nggak ada harapan lagi," tambah dia.

Dana bergulir Rp 2 M ini merupakan pinjaman. Dasar Nu Lion adalah bisnis sosial demi ekonomi kerakyatan.

Rusdi mencontohkan, misalnya petani. Sering kalo biaya pertanian tinggi, sehingga harga jual hasil tani juga tinggi.

"Ini karena kurangnya efisiensi. Yang mengakibatkan impor-impor harganya lebih murah. Kita buat petani kita modalnya murah," papar dia.

Saat panen dan hasilnya melimpah, lanjut dia, Nu Line juga akan membantu mengeluarkan biaya untuk mempertahankan harga hasil tani.

"Misalnya saat harga anjlok, itu supaya tidak dijual oleh petani. Kita biayakan petani untuk kehidupannya. Sehingga pada saat harga beras naik, barulah petani menjual," kata dia lagi.

Dalam acara ini, juga dihadiri Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi. Acara ini dipandu oleh artis yang juga caleg DPR RI asal PKB daerah pemilihan Jawa Timur Arzeti Bilbina.

 Bukan  Kendaraan Kampanye PKB


Mantan Dirut Lion Air Rusdi Kirana memastikan, Nu Lion bukanlah kendaraan kampanye PKB.

"Tadi saya tegaskan, NU Lion ini tidak sebagai alat untuk kampanye PKB," kata Rusdi Kirana.

Rusdi memang menginginkan PKB bisa semakin besar nantinya. Namun NU Lion bukanlah proyek untuk mewujudkan misi tersebut.

"Setahun saja, (NU Lion) belum ada hasilnya. Mungkin hasilnya bisa dilihat sekitar 5 sampai 15 tahun lagi," tutur pria pengusaha kaya ini.

"PKB gagal sekalipun, NU Lion akan tetap kami jalankan, ini bisnis sosial," kata Rusdi lagi.

Bagaimana bila di tengah jalan nanti, NU Lion dipergunakan sebagai alat politik oleh beberapa pihak?

"Bagi saya begini. Saya sudah ngomong sama pengurus PKB, termasuk caleg-caleg. Saya bilang, kalau kalian menyentuh APBN, APBD, apalagi baksos, saya kasih tahu itu tidak boleh. Tapi kalau saya tidak punya kemampuan, saya akan mengundurkan diri dari PKB," tegas dia.

Bagi Rusdi, NU Lion ini tidak bisa dijadikan alat kampanye PKB. Ia juga mengaku telah mengomunikasikan ke PKB bahwa sampai kapanpun NU Lion tidak boleh dijadikan alat kampanye.

"Saya mundur (dari PKB) kalau mereka korupsi, dikasih tahu tidak bisa, saya mundur," ujarnya. (dTC/W)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.



T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments