Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Rencana Pindah Ibu Kota, Moeldoko Soroti Kondisi Pertahanan di Kalimantan

Rencana Pindah Ibu Kota, Moeldoko Soroti Kondisi Pertahanan di Kalimantan

admin Kamis, 27 Juni 2019 18:25 WIB
SIB/ANT/Galih Pradipta
DISKUSI NASIONAL : Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kanan) menghadiri diskusi nasional pemindahan Ibu Kota Negara di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (26/6). Diskusi nasional pemindahan Ibu Kota Negara tersebut bertajuk menuju ibu kota aman, lestari dan sejahtera.
Jakarta (SIB) -Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memaparkan terkait kondisi keamanan dan pertahanan Indonesia menghadapi rencana ibu kota dipindahkan ke Kalimantan. Dirinya menyoroti Indonesia masih mengalami kekosongan pertahanan darat dan laut jika rencana itu terlaksana.

Dialog nasional pemindahan ibu kota Indonesia ini dilaksanakan di gedung Bapenas, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6), terlihat hadir di lokasi Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Kepala Staff Presiden Moeldoko. Dialog ini diawali dengan pemaparan Bambang dan Moeldoko.

Moeldoko awalnya membahas terkait sistem pertahanan yang dianut di Indonesia. Menurutnya sebagai dasar utama, Kalimantan harus memiliki dasar pertahanan mandiri terlebih dulu.

"Kita sekarang menganut kompartemenisasi, sistem pertahan pulau besar. Kalimantan harus bisa bertahan dulu kalau diserang, baru pasukan kita dikirim ke sana untuk perkuat pertahanan wilayah itu. Itu dasar dasarnya dulu ya," kata Moeldoko.

Kemandirian yang dimaksud menurut Moeldoko adalah dari segi logistik jika terjadi kemungkinan Kalimantan diserang. Dirinya menekankan logistik harus siap menopang kebutuhan perang sebelum bantuan dari pulau lain datang.

Selain itu, Moeldoko juga menyoroti posisi pertahanan dan keamanan Kalimantan. Menurutnya dari segi Angkatan Udara Kalimantan tempat yang bagus.

"Hal yang positif pak Menteri ya, itu nanti ditengah tengah pak, ada Koops AU di Sulawesi, Koops laut di Riau, ada squadron di Madiun, sisi pertahanan udara bagus sekali," papar Moeldoko.

Namun, permasalahan timbul terkait armada armada dan angkatan darat yang saat ini semua terkonsentrasi di Jawa. Moeldoko mengungkap ada kekosongan yang terjadi di Kalimantan.

"Begitu pindah ke Kalimantan ada persoalan, karena konfigurasi yang ada sekarang, satu armada timur ada di Surabaya, armada Barat di Jakarta, armada III rencana di Sorong, jadi dari sisi itu ada 2 di Jawa," sebut Moeldoko.

"Berikutnya divisi kostrad, satu di Malang, satu di Cilodong, satu di Sorong, satu lagi divisi III di Goa Sulsel. Relatif Kalimantan kosong pak itu," sambungnya.

Menanggapi itu, Moeldoko berharap jika ibu kota RI dipindahkan, maka pusat pertahanan armada dan khususnya angkatan darat juga harus ikut dipindahkan.

"Perlu dipikirkan, walau sudah ada anggaran, adalah bagaimana pindahkan kekuatan militer di geser ke Kalimantan, ga kecil itu bos karena memikirkan infantri aja, ada perangkat pusat pendidikan infantri, dan gimana kekuatan tempur nya itu besar pak," tutur Moeldoko.

Moeldoko tetap berharap rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan ini tetap terlaksana. Menurutnya ini bagus untuk konfigurasi pertahanan.

"Tapi (pemindahan ibu kota) bagus ke depannya, karena sementara itu semua kekuatan ada di Jawa, jadi kalau Kalimantan betul betul terjadi maka akan bergeser dan sangat bagus pasti konfigurasi kekuatan," jelas Moeldoko. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments