Rabu, 20 Nov 2019

Rawan Dikorupsi, Program Dana Aspirasi DPR Diminta Dihapus

Sabtu, 03 September 2016 17:49 WIB
Jakarta (SIB)- Dana aspirasi untuk para anggota DPR dinilai sangat rawan untuk dikorupsi. Sudah ada dua anggota DPR yang terjerat korupsi dana aspirasi, yakni I Putut Sudiartana dan Damayanti.

Program dana aspirasi ini pun didesak untuk dihapus. Penghapusan dana aspirasi bisa lewar revisi Pasal 80 huruf J di UU MD3 nomor 17 tahun 2014.

"FITRA menganalisa bahwa dana aspirasi merupakan dana siluman yang harus diberantas karena korupsi. Hal ini mendesak harus segera dilakukan karena dana aspirasi biasanya mendompleng dana transfer ke daerah," ujar Manajer Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Apung Widadi dalam diskusi 'Menolak dana Aspirasi DPR dalam APBN 2017 dan Menolak Kenaikan Gaji Anggota DPRD' di Kafe Deli, Jalan Sunda 7, Jakarta Pusat, Jumat (2/9).

Senada dengan pernyataan tersebut Ray Rangkuti dari Indonesia Budgeting Center juga mengritisi bahwa reaslisasi dana aspirasi akan tumpang tindih dengan dana desa. Hal ini dikhawatirkan akan mengakibatkan pembangunan daerah menjadi tidak efisien.

"Dikhawatirkan penggunaan dana desa kebingungan dipakai untuk apa. Yang asumsinya buat pembangunan daerah. Kan dana aspirasi masuknya ke desa-desa juga. Nanti yang penting dana keluar. Dana tersebut akan tumpang tindih dengan dana desa," ujar Ray.

Pihaknya juga mengkhawatirkan dana aspirasi yang keluar akan menyebabkan potensi korupsi dewan semakin besar. Karena DPR juga melakukan eksekusi pembangunan yang melanggar tugas pokoknya sebagai anggota legislatif.

"Yang ditangkap KPK kan bersangkutan dengan itu juga. Yang saya khawatir ini cuman uangnya dipakai untuk apa," tegasnya.

Selain itu, adanya dana aspirasi akan mengakibatkan preseden buruk terhadap proses demokrasi. Masyarakat akan menilai anggota dewan dari berapa dana yang bisa mereka bawa.

"Itu bagian dari mereka untuk memenangkan suara. Mereka secara tidak lansung meminta masyarakat menilai melalui berapa uang yang mereka bawa," tutupnya. (detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments