Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Polri Sayangkan Sikap Australia Soal Peringatan Ancaman Teroris

Polri Sayangkan Sikap Australia Soal Peringatan Ancaman Teroris

Minggu, 26 Agustus 2018 12:29 WIB
Jakarta (SIB) -Polri menyayangkan sikap pemerintah Australia yang meningkatkan peringatan keamanan pada warganya terkait indikasi serangan teroris di Indonesia. Sebab, menurut Polri, sejauh ini tidak ada informasi jelas tentang ancaman terorisme tersebut.

"Kita menyayangkan, kenapa dari pihak konsulat jenderal (Australia) tiba-tiba menyatakan dan mengeluarkan travel warning dan membatalkan kegiatan, tanpa koordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jatim (Jawa Timur). Itu yang kita sayangkan," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (24/8).

Setyo mengatakan biasanya informasi awal terkait terorisme disampaikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kepadanya. Namun sejauh ini Setyo mengaku tidak ada informasi tersebut dari Densus 88 Antiteror.

"Karena tidak ada pemberitahuan, artinya kondisi situasi sekarang masih kondusif," imbuh Setyo.

Peringatan itu menyebabkan seorang staf Konsulat Jenderal Australia di Surabaya membatalkan kehadirannya dalam satu kegiatan di Universitas Airlangga pada Kamis (23/8) kemarin. Peringatan itu muncul dari satu video yang beredar, yang isinya berupa ancaman dari pihak yang mengklaim sebagai Divisi Peretasan ISIS.

Dalam video ancaman yang beredar, terdapat rekaman suara seorang pria yang mengirim pesan untuk pemerintah Indonesia. Video itu beredar di media sosial sejak awal pekan berisikan ancaman ISIS terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). (detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments