Jumat, 13 Des 2019

Polisi Tetapkan 21 Tersangka Terkait Karhutla di Kalbar

* Kabut Asap, Pelajar di Pontianak Diliburkan
admin Rabu, 14 Agustus 2019 21:52 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Polda Kalimantan Barat menetapkan 21 tersangka terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ada 17 kasus yang ditangani Polda Kalbar.

"Sebanyak 21 tersangka tersebut dari 17 kasus karhutla yang ditangani jajaran Polda Kalbar," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go di Pontianak, seperti dilansir Antara, Senin (13/8).

Donny mengatakan pengungkapan kasus karhutla berjalan cukup cepat. Sebanyak 15 kasus di ungkap pada periode Agustus dan hampir seluruh polres dapat melakukan pengungkapan kasus.

"Terbanyak ada di tiga polres, yaitu Polresta Pontianak, Polres Mempawah dan Polres Bengkayang masing masing tiga kasus, sementara polres lainnya satu hingga dua kasus," ungkapnya.

Donny juga mengatakan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Personel TNI dan Polri ditegaskan Donny terus bekerja di lapangan dan berupaya mencegah terjadi kebakaran hutan dan lahan.

"Sampai dengan detik ini petugas terus berupaya melakukan yang terbaik untuk menangani karhutla ini. Pada Idul Adha kemarin, jajaran Polda Kalbar bersama-sama berdoa meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menurunkan hujan," katanya.

"Para tersangka tersebut diancam hukuman kurungan paling singkat tiga tahun penjara dan paling lama 10 tahun penjara, ditambah denda paling sedikit Rp3 miliar, dan paling banyak Rp10 miliar," ujar Donny.

Diliburkan
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, meliburkan TK dan SD 2 karena kabut asap makin pekat. Siswa-siswa diliburkan sejak hari ini hingga 14 Agustus 2019.

Pelaksana Tugas Kadiknasbud Kota Pontianak, Syahdan di Pontianak, pertimbangan meliburkan siswa-siswa karena kualitas udara yang kurang sehat. Mereka masuk kembali Kamis (15/8).

Untuk tingkat SMP/sederajat dilakukan pengurangan jam belajar, yakni mulai pukul 09.00 WIB dan pulang seperti biasa, dengan pertimbangan kabut asap tebal terjadi pagi hari.

"Karena instruksi libur sekolah tingkat TK dan SD sifatnya mendadak, pengumumannya untuk sementara melalui media sosial dahulu, salah satunya melalui WhatsApp," ujar Syahdan yang dikutip dari Antara, Selasa (13/8).

Sedangkan, kabut asap di Pontianak Selasa pagi dirasa makin pekat dan dikhawatirkan mengganggu aktivitas dan kesehatan. Jarak pandang saat ini makin pendek akibat kabut asap atau sekitar 150 hingga 200 meter.

"Tentu hal ini mengganggu aktivitas warga keluar rumah. Saya khawatir dampak kesehatan bagi saya dan keluarga. Saya dengar-dengar sudah ada beberapa teman yang radang tenggorokan dan lainnya akibat kabut asap," kata warga Pontianak, Tomi. (detikcom/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments