Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Pimpinan Pesantren di Gorontalo Cabuli 13 Santriwati, MUI: Pelanggaran Besar!

Pimpinan Pesantren di Gorontalo Cabuli 13 Santriwati, MUI: Pelanggaran Besar!

admin Kamis, 12 September 2019 14:33 WIB
Sekjen MUI, Anwar Abbas
Jakarta (SIB) -Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan tindakan pimpinan pesantren di Gorontalo yang diduga mencabuli 13 santriwatinya. Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan tindakan pimpinan ponpes itu pelanggaran besar terhadap agama.

"Pelanggaran besar terhadap ajaran agama. Harus ditindak. Itu kalau dia suka sama suka artinya berzinah, kalau yang perempuannya ndak suka berarti pemerkosaan, dua itu perbuatan yang sangat tercela. Polisi harus turun itu," ujar Anwar, kepada wartawan, Rabu (11/9).

Anwar terkejut saat mengetahui korban dugaan pencabulan ada 13 orang. Dia menyesalkan ada praktik asusila di lembaga pendidikan agama.

"Gawatnya. Sangat menyesalkan kok ada praktek seperti itu. Itu sudah urusan polisi dan harus segera ditindak secepatnya," kata Anwar.

MUI mengimbau kepada pimpinan pesantren untuk membuat peraturan yang lebih ketat terharap pengajar maupun santri-santrinya. Anwar menyayangkan ada tindakan tak terpuji di lingkungan pesantren.

"Yang namanya memperkosa zinah itu kan praktik tidak terpuji, melanggar agama dan meresahkan masyarakat. Pesantren harus buat aturan lebih ketat," jelasnya.

Sebelumnya, T alias Tam (52) warga Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango yang juga pemilik dan pemimpin pesantren di Desa Mustika Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Gorontalo ditahan polisi. Tam diduga melakukan pencabulan terhadap 13 santriwatinya.

Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu R Lahmudin menjelaskan dugaan kejahatan itu terjadi Minggu (18/7) lalu, sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, Tam yang merupakan pemilik pondok pesantren melihat beberapa santriwati ke luar dan lalu lalang di depan kamar. Pelaku lantas memanggil para santriwati dan dikumpulkan.

"Sambil bertanya apakah para santri pernah dipegang-pegang oleh pacarnya? Tam pun memperagakannya dengan menyentuh tubuh para santriwati, khususnya di wilayah-wilayah terlarang. Aktivitas tersebut dilakukan Tam terhadap belasan santriwati yang dikumpulkan pada malam itu," jelas Lahmudin di Polres Boalemo. (detikcom/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments