Selasa, 29 Sep 2020

Pesawat Alfa Trans Tergelincir di Mamberemo Raya Papua

* Lion Air Stuck di Runway Juanda
admin Kamis, 13 Desember 2018 16:28 WIB
Jayapura (SIB)- Pesawat Alfa Trans Dirgantara dengan kode penerbangan PK-ASE tergelincir pada Rabu (12/12), sekitar pukul 08.00 WIT. Pesawat tergelincir sesaat setelah mendarat di lapangan terbang Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, akibat kabut yang menyelimuti kawasan itu.

Kapolres Mamberamo Raya AKBP Domingus Rumaropen kepada Antara dari Jayapura mengatakan kecelakaan tersebut terjadi lantaran cuaca berkabut saat pesawat hendak mendarat, hingga pesawat mendarat di bagian tengah sehingga pesawat tergelincir ke luar lapangan terbang.

Pesawat yang dipiloti Tohirin itu membawa tujuh penumpang dan semuanya selamat walaupun sempat mengalami kepanikan dan trauma sebelum mereka diselamatkan dan dikeluarkan dari pesawat nahas yang hingga kini masih berada di ujung landasan.

"Tujuh penumpang sempat dibawa ke RSUD Kasonaweja untuk diperiksa, tapi saat ini sudah diizinkan pulang kembali ke rumah masing-masing," kata Rumaropen, Rabu (12/12).

AKBP Rumaropen mengatakan, untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, polisi sudah membentangkan garis polisi di sekitar pesawat sehingga masyarakat tidak mendekatinya.

Tujuh penumpang pesawat nahas itu adalah Martinus, Ronald, Edi, Amos, Philipus, Aser, dan Episembor.

"Jarak Sentani-Kasonaweja dapat ditempuh sekitar satu jam," kata Rumaropen. 

Stuck di Runway Juanda
Pesawat Lion Air JT 264 mendadak tidak bisa bergerak (stuck) ketika akan terbang dengan rute Surabaya-Balikpapan. Penerbangan tertunda dan penumpang akhirnya diterbangkan dengan pesawat lain.

Penerbangan Lion Air JT 264 dengan pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LHW seharusnya terbang dari Bandara Juanda, Sidoarjo, pada pukul 08.30 WIB. Pesawat membawa 195 penumpang dan 7 kru. Pada pukul 08.33 WIB, seluruh penumpang sudah berada di kabin dan pintu pesawat sudah ditutup.

"Ketika pesawat menuju landas pacu (runway), sekitar pukul 09.20 WIB, pesawat tidak bisa bergerak (stuck) di landas hubung atau tempat di mana pesawat menunggu antrean (taxiway)," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12).

Danang mengatakan pesawat tersebut sudah menjalani prosedur pemeriksaan sebelum dioperasikan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight). Saat stuck, kinerja pesawat dan indikator masih menunjukkan kondisi normal.

Pilot memutuskan menunda penerbangan. Pesawat kemudian ditarik menggunakan kendaraan penarik pesawat (pushback car) pada pukul 09.53 WIB. Pesawat kembali menuju landas parkir (apron), lalu penumpang diturunkan.

"Setelah dilakukan pengecekan, stuck terjadi pada roda bagian belakang (mainwheel) yang mengalami kendala ambles di aspal area taxi out," ungkap Danang.
Lion Air memberi kompensasi dan memfasilitasi penumpang yang ingin refund atau reschedule. Pada akhirnya, penumpang penerbangan JT 264 diberangkatkan dengan pesawat lain.

"Penerbangan JT 264 diberangkatkan kembali menggunakan armada Lion Air yang lain, yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJG, yang membawa tujuh kru serta 195 penumpang. Pesawat lepas landas pukul 11.37 WIB dan diperkirakan tiba di Balikpapan pada 14.00 Wita," tutup Danang. (detikcom/f/q)
Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments