Kamis, 14 Nov 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Peringati HANI, Hinca Pandjaitan Usul Bentengi Desa dari Sindikat Global Narkoba

Peringati HANI, Hinca Pandjaitan Usul Bentengi Desa dari Sindikat Global Narkoba

admin Kamis, 27 Juni 2019 17:58 WIB
Hinca Panjaitan
Jakarta (SIB) -Dr Hinca IP Pandjaitan XIII SH MH ACCS mengatakan, pemerintah diharap lebih menguatkan skenario pemberantasan peredaran gelap Narkoba dengan strategi yang lebih membumi. Satu cara dengan membentengi desa dari sindikat global Narkoba.

Usulan tersebut disampaikannya bersamaan memeringati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019 di Jakarta, Rabu (26/6). Menurutnya, Indonesia darurat Narkoba. "Namun, belum terlihat langkah progresif dan aksi strategis yang dilakukan. Kita masih terbelenggu oleh masifnya serbuan sindikat Narkoba internasional. Angka pelajar sebagai pengguna Narkoba yang masih saja tinggi, Lapas penuh oleh pengedar dan pemakai, rehabilitasi yang masih dipandang sebelah mata," jelas anggota Komisi III DPR RI yang telah menyusun buku, "Katanya darurat : Sebuah Anomali".

Menurutnya, sejumlah negara di dunia yang dikategorikan berhasil dalam mengurangi kejahatan narkoba teridentifikasi memiliki kesamaan dengan Nusantara. Sebut saja Portugal yang memilih instrumen dekriminalisasi serta Islandia yang menggunakan riset dan metode ilmiah dalam upaya mengurangi penyalahgunaan narkotika di negaranya.

Tema yang diangkat 'Millenial Sehat Anti Narkoba' tidak sejalan dengan pelaksanaan karena di tahun 2015 mengangkat semangat rehabilitasi, kemudian gencar pada pemberantasan sindikat dan akhirnya kini menyentuh sosok milenial. Ia mengusul, harus ke arah mana dan memakai instrumen kebijakan apa dalam konteks penanganan Narkoba? "Saya hanya ingin mengajak semua teman-teman untuk selalu sadar dan terhadap HANI sesungguhnya bukan untuk diperingati tapi untuk diatasi. Harus ada langkah nyata untuk mengatasi Indonesia darurat Narkoba misalnya kita mulai dari yang sederhana yakni membentengi desa dari serbuan masif sindikat global. Karena faktanya sudah tidak ada lagi desa yang steril dari barang haram tersebut," jelasnya.

Wujud implementasinya, lanjutnya, bisa dengan pengalokasian dana desa tidak hanya diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur tapi juga diperuntukkan terhadap program pencegahan serta penanggulangan Narkoba di setiap desa. "Negeri ini membutuhkan banyak fasilitas rehabilitasi dibanding kita terus berkutat dengan persoalan penuhnya penjara dikarenakan selalu dijadikan pintu masuk terakhir para korban penyalahguna Narkoba," tutupnya. (Rel/R4/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments