Senin, 14 Okt 2019

Pengendalian Karhutla Indonesia Sangat Baik

admin Sabtu, 04 Mei 2019 18:38 WIB
Siti Nurbaya
Jakarta (SIB) -Kemampuan Indonesia, khususnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam pemantauan, pengendalian asap serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah sangat baik. Hal itu tampak dari tingkat hotspot di Indonesia turun tajam dari 50.995 titik api di tahun 2015, menjadi 1.781 pada tahun 2017.

"Kami ajak Sekjen dan para Dubes ASEAN melihat kapasitas dan kemampuan Indonesia khususnya BMKG dalam pemantauan, pengendalian asap serta Karhutla," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya saat mengajak para Dubes/Wakil Tetap untuk ASEAN berkunjung ke Kantor BMKG, di Jakarta, Kamis (2/5).

Selain itu, tambah Menteri Siti, BMKG sangat tinggi dalam hal peramalan meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Ini hendaknya menjadi pertimbangan dalam menentukan penempatan ASEAN Coordination Centre for Transboundary Polution Control.

Menteri Siti mendapat informasi bahwa BMKG ini termasuk lembaga meteorologi dan geofisika yang terbaik juga di dunia. "Jadi saya pamerin ceritanya ke Sekjen ASEAN dan perwakilan negara tetap lain. Ini penting untuk memberikan gambaran kepada negara sub-regional ASEAN untuk penanggulangan Karhutla. Indonesia itu advance dalam pengetahuan teknologi," lanjut Siti.

CUKUP ALOT
Menurut Menteri Siti, diskusi dalam Pusat Pengendalian Asap Lintas Batas ASEAN sejatinya berjalan dengan lancar tapi pembahasan soal ahli cuaca yang berperan dalam ACCTHPC belum menemui titik temu. "Diskusinya cukup alot soal siapa expert/penopang analisis teknis, Singapura minta dari pihak mereka," kata dia.

Kepala BMKG, Dwikora Karnawati menjelaskan BMKG telah lebih 100 tahun menyediakan layanan pengamatan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, dan saat ini telah mencakup kawasan Asia Tenggara. Informasi mencakup perhubungan udara, kelautan, publik, kebakaran hutan, dan siklon tropis.

"BMKG mengapresiasi kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin antara BMKG dan KLHK selama bertahun-tahun," kata Dwikorita. (KJ/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments