Jumat, 22 Nov 2019

Pengamat: Pemilu Serentak Lebih Efisien

Senin, 20 Januari 2014 11:39 WIB
Semarang (SIB)- Pelaksanaan pemilihan umum anggota legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI secara serentak lebih efisien, kata pengamat politik dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Fitriyah.

Fitriyah di Semarang, Minggu, mengatakan bahwa dana pemilu yang dilakukan berulang kali sangat boros dan sesuai dengan konstitusi sangat memungkinkan pelaksanaan pemilu anggota legislatif dan pilpres serentak.

Jika pemilu dilakukan serentak, lanjut Fitriyah, tidak ada lagi sistem threshold (ambang batas 20 persen dan 25 persen) dan hal tersebut tidak melanggar konstitusi.

"Calon presiden dan calon wakil presiden memang bisa banyak, tetapi dari seluruh partai politik peserta Pemilu 2014 tentu tidak akan mengusung sendiri-sendiri calonnya. Kecenderungan koalisi masih tetap tinggi," katanya.

Koalisi yang dilakukan sejak awal, menurut Fitriyah, akan lebih permanen karena berdasarkan ideologi dan platform yang lebih jelas.

Adanya ideologi dan platform yang lebih jelas tersebut, kata Fitriyah, juga akan memudahkan pemilih dalam menentukan pilihan.

Sebelumnya, pakar komunikasi politik Effendi Gazali juga menilai pelaksanaan pemilu secara serentak selain efisien, juga dapat mendidik para pemilih menjadi cerdas menerapkan sistem presidential coattail dan political efficasy (kecerdasan berpolitik).

Presidential coattail, yakni setelah memilih calon presiden, pemilih cenderung memilih partai politik atau koalisi partai politik yang mencalonkan presiden yang dipilihnya. Pemilih memilih presiden sama dengan pilihannya untuk anggota DPR dan DPRD dalam satu partai.

Political efficasy, yakni bisa memilih anggota legislatif dan memilih presiden yang diusung partai lain. Hal tersebut dapat dilakukan jika pemilu anggota legislatif dan presiden dilakukan serentak. (Ant/h)

T#gs Pemilu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments