Jumat, 10 Apr 2020

Peneliti : Sipil-Militer Masih Relevan Pimpin Indonesia

Senin, 10 Maret 2014 15:45 WIB
Jakarta (SIB)- Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia R Siti Zuhro menilai pasangan sipil-mililter masih relevan sebagai pemimpin nasional hingga lima tahun ke depan.

"Masyarakat Indonesia membutuhkan pemimpin nasional yang  memiiki kemampuan kepemimpinan yang didukung oleh sikap yang cerdas, jujur, transparan, dengan visi misi yang jelas, serta tegas," kata Siti Zuhro, di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pasangan pemimpin nasional yang tepat memenuhi kriteria tersebut adalah, pasangan sipil-militer.

Ia menjelaskan, figur sipil yang diharapkan adalah cerdas, jujur, transparan, memiliki visi, dan misi yang jelas, dan didukung kemampuan memimpin.

Kepemimpinan sipil ini, kata dia, didampingi oleh figur purnawirawan militer yang tegas, memiliki kemapuan memimpin, serta jujur dan transparan.

"Prinsipnya, pasangan sipil-militer ini memiliki integritas tinggi dan kapabilitas," katanya.

Siti Zuhro menambahkan, para pemuda tidak menyukai praktik korupsi yang merugikan negara dan menghambat pembangunan.

Di sisi lain, kata dia, Indonesia masih banyak menghadapi persoalan baik yang terkait langsung dengan masyarakat seperti kemiskinan, pengangguran, sulitnya lapangan kerja, pungutan liar, maupun yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, kata dia, para pemuda mengharapkan calon pemimpin nasional mendatang adalah figur yang bersih, memiliki integritas tinggi dan kapabilitas baik.

"Para pemuda mengharapkan pemimpin nasional mendatang mampu memberantas korupsi dan mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia," katanya.

Siti Zuhro menilai, harapan para pemuda ini patut diperhitungkan, karena jumlah pemuda dan pemilih pemula mencapai 40 persen dari seluruh pemilih pada Pemilu 2014. (Ant/f)

Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments