Rabu, 13 Nov 2019

Penanggulangan Karhutla di Riau Telan Biaya Rp 468 M

redaksi Rabu, 06 November 2019 15:17 WIB
merdeka.com
Ilustrasi Kebakaran Hutan

Pekanbaru (SIB)
Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau menghabiskan anggaran sebesar Rp 468,66 miliar. Anggaran paling banyak tersedot untuk operasi udara.


"Dana tersebut untuk penanggulangan karhutla serta sosialisasi upaya pencegahan," kata Kepala BNPB Doni Monardo saat memberikan kuliah umum di Universitas Riau (UR) di Pekanbaru, Selasa (5/11).


Dia menjelaskan anggaran karhutla paling banyak digunakan dalam operasi udara. Di antaranya anggaran untuk TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) dalam membuat hujan buatan.


"Termasuk juga anggaran dalam melakukan water bombing dengan helikopter," kata Doni.


Dijelaskannya, setiap tahun BNPB menyediakan anggaran siap pakai yang bisa digunakan untuk kedaruratan, termasuk karhutla. "Untuk di Riau, penetapan status siaga karhutla dimulai sejak 19 Februari 2019 dan berakhir 31 Oktober 2019. Di Riau ada 8 helikopter untuk melakukan water bombing."


"Dana paling terbesar dalam Satgas Karhutla untuk operasi udara, baik TMC maupun heli yang melakukan water bombing," katanya.


Masih di lokasi yang sama, secara terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo merincikan. dari anggaran Rp 468,66 miliar, sekitar Rp 400 miliar tersedot untuk sewa helikopter guna memadamkan api lewat udara. Ditambah anggaran TMC sekitar Rp 30 miliar dalam melakukan hujan buatan.


"Operasi udara (heli) di karhutla di Riau menghabiskan dana Rp 400 miliar. Paling banyak operasi udara dengan 8 heli yang ada. Satu jam heli untuk water bombing bisa menghabiskan dana Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Untuk operasi darat menghabiskan dana Rp 38,66 miliar," kata Agus.


Kepala BPBD Riau Edwar Sanger menambahkan pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan BNPB dalam penanggulangan karhutla.


"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut dalam Satgas Karhutla. Ada perusahaan, masyarakat dan TNI/Polri," ucap Edwar. (detikcom/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments