Rabu, 08 Jul 2020

Pemkot Pekanbaru Liburkan Sekolah Akibat Asap Berbahaya

*Aktivitas Bandara SSK II Kembali Lumpuh
Selasa, 11 Maret 2014 16:48 WIB
Sib/antara
KUALITAS UDARA PEKANBARU BERBAHAYA : Sejumlah warga mengabadikan mesin Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang menunjukkan kualitas udara berstatus berbahaya bagi kesehatan manusia, di Pekanbaru, Riau, Senin (10/3). Pemerintah Provinsi Riau menghimbau ke
Pekanbaru (SIB)- Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau, menutup sementara seluruh aktivitas sekolah akibat polusi udara, menyusul asap dari kebakaran hutan dan lahan sudah mencapai level "Berbahaya".

"Siswa sekolah semua tingkatan mulai Senin ini sampai dengan Rabu (12/3) diliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil di Pekanbaru, Senin.

Pada Februari lalu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga sempat meliburkan siswa menyusul kondisi asap yang terus memburuk. Namun, saat itu hanya tingkat TK, PAUD, dan siswa kelas 1-3 SD yang diliburkan.

Surat keputusan untuk meliburkan aktivitas sekolah kali ini, ditandatangani oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus M.T. dengan mempertimbangan keselamatan siswa yang rentan terhadap bahaya asap.

Berdasarkan analisa Badan Lingkungan Hidup Pekanbaru, kualitas udara menurun drastis selama dua hari terakhir hingga level "Berbahaya" pada Minggu (9/3) petang.

Dalam kondisi udara berbahaya (hazardous) itu, katanya, warga diminta untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah, sedangkan ibu hamil, balita, dan lansia yang rentan polusi asap, diminta diungsikan ke tempat yang udaranya lebih segar.

"Kepada orang tua untuk memastikan anak-anak usia sekolah untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah," katanya.

Asap pekat pada Senin pagi, terlihat masih menyelimuti Kota Pekanbaru. Jarak pandang terus menurun dan hingga saat ini mencapai sekitar 1.000 meter.
Data Satgas Tanggap Darurat Asap Riau akhir pekan ini menunjukan polusi dalam status "Berbahaya" juga terjadi di Kabupaten Bengkalis dan Siak yang keduanya mencapai angka lebih dari 500 Psi.

Hingga saat ini, lebih dari 40 ribu warga terserang penyakit akibat polusi asap, sedangkan luas hutan dan lahan yang terbakar lebih dari 14.000 hektare.

 Lumpuh

Untuk kesekian kalinya, aktivitas di Bandara Pekanbaru terganggu kabut asap tebal. Jarak pandang terbatas, aktivitas penerbangan kembali lumpuh.

Airport Duty Manajer Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Ibnu Hasan mengungkapkan hal itu , Senin . Ibnu menjelaskan, jarak pandang pukul 05:00 WIB masih di atas 1 km. Namun kondisi terus menurun hingga pukul 09:00 WIB maksimal jarak pandang hanya berkisar 600 meter.

"Hingga saat ini sejumlah paskapai dari daerah tujuan Pekanbaru, belum ada yang mendarat. Ini karena jarak pandang di bawah batas normal pendaratan," kata Ibnu Hasan.

Kondisi aktivitas penerbangan yang lumpuh, dengan sendiri terjadi penumpukan penumpang di Bandara SSK. Para penumpang menunggu jadwal penerbangan yang tidak pasti.

"Saya sudah dua hari ini menunggu jadwal yang tak pasti. Kemarin batal terbang karena tak ada pesawat yang datang. Hari ini gitu lagi," kata Rustam calon penumpang Lion tujuan Jakarta .

Begitu juga penumpang dari Batam tujuan Pekanbaru. Seorang warga Batam kepada detikcom menyebutkan, kemarin pagi batal terbang karena kabut asap.

"Saya kemarin mau beli tiket untuk pergi ke Pekanbaru. Tapi sejumlah maskapai mengaku tak berani jual tiketnya karena kabut asap. Akhirnya batal berangkat,"kata Risma Nauli (34). (ant/detikcom/c)



Simak berita lainnya di Harian Umum Sinar Indonesia Baru (SIB). Atau akses melalui http://epaper.hariansib.co/ yang di up-date setiap hari pukul 13.00 WIB.

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments