Kamis, 19 Sep 2019

Pemkot Pekanbaru Liburkan SD dan SMP karena Kabut Asap

* Kabut Asap Bikin Penerbangan di Banjarmasin Terganggu
admin Rabu, 11 September 2019 14:20 WIB
Ilustrasi
Anak Sekolah
Pekanbaru (SIB) -Pemkot Pekanbaru akhirnya menginstruksikan SD dan SMP diliburkan karena kondisi asap pekat. Keputusan ini dikeluarkan setelah maraknya desakan publik.

"Barusan kita siang ini rapat bersama Wali Kota (Firdaus) terkait kabut asap. Pertimbangannya adalah adanya desakan publik serta sejumlah kabupaten lainnya sudah mengambil langkah meliburkan," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Pekanbaru Abdul Jamal dalam perbincangan, Selasa (10/9).

Jamal menjelaskan, dari hasil rapat tersebut, para siswa diliburkan terhitung, Selasa (10/9) sampai Rabu (11/9). Sekolah yang siswanya telanjur masuk sekolah sudah diinformasikan untuk memulangkan siswa.

"Tadi pagi masih ada yang masuk sekolah. Kita langsung memberitahukan ke seluruh sekolah SD dan SMP untuk memulangkan seluruh siswanya saat ini," kata Jamal.

Menurut Jamal, setelah meliburkan selama dua hari, nantinya akan dilihat kondisi asap di lapangan. Jika kondisinya asap masih pekat, nantinya akan ada instruksi selanjutnya.

"Jadi nanti akan dilihat perkembangan selanjutnya. Bila kondisi asap masih pekat, akan dibuat keputusan kembali. Jika kondisi udara membaik, siswa akan kembali beraktivitas seperti biasa," kata Jamal.

Pihak Dinas Pendidikan Pekanbaru juga berpesan agar anak-anak mengurangi aktivitas di luar ruangan selama libur. Diharapkan orang tua murid mengawasi anak-anaknya.

"Kalau anak-anak akan beraktivitas di luar ruangan, kami sarankan menggunakan masker dan orang tua murid untuk mengawasi anaknya tetap belajar di rumah," tutup Jamal.

Terganggu
Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat sejumlah penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin terganggu. Penerbangan terganggu karena jarak pandang yang terbatas.

GM Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty mengatakan karena jarak penglihatan (visibility) tidak terpenuhi, maka keberangkatan pagi mengalami keterlambatan. Indah mengatakan, rata-rata pesawat mengalami penundaan 1 jam hingga 1,5 jam.

"Rata-rata mundur sekitar 1 jam 20 menit, kecuali kalau yang memang jadwalnya dekat dengan saat visibility membaik," kata Indah, Selasa.

Indah sendiri mengaku juga baru tiba di Jakarta dengan menumpangi pesawat yang juga terkena penundaan (delay) dari Bandara Syamsudin Noor. Tercatat ada tujuh jadwal penerbangan yang mengalami penundaan dari jadwal lepas landas seharusnya, yaitu JT311 tujuan Surabaya, JT321 tujuan Jakarta, IW1394 tujuan Balikpapan, JT521 tujuan Yogyakarta, IN360 tujuan Surabaya, IW1382 tujuan Batulicin, dan GA533 tujuan Jakarta.

"Untuk tujuan Batulicin kelihatannya bandara tujuan juga ketutup asap, makanya sempat standby on ground," kata Indah.
Untuk jarak pandang di kawasan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor pada pukul 06.00 WITA hanya 600 meter, pukul 06.15 WITA 400 meter, pukul 06.30 WITA 200 meter, pukul 07.00 WITA 400 meter, pukul 07.25 WITA 500 meter, dan pukul 08.17 WITA 400 meter.

Atas pertimbangan keselamatan, maka pilot memutuskan menunda keberangkatan hingga jarak pandang minimal terpenuhi yaitu 500-600 meter untuk take off. Sedangkan ambang jarak pandang yang aman untuk pendaratan, yakni di atas 800 meter. (detikcom/d/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments