Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Pemerintahan Jokowi Periode Kedua Harus Fokus Benahi Masalah Ekonomi

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simajorang :

Pemerintahan Jokowi Periode Kedua Harus Fokus Benahi Masalah Ekonomi

admin Kamis, 10 Oktober 2019 20:58 WIB
Sarman Simajorang
Jakarta (SIB) -Untuk mengantisipasi dan mengatasi dampak krisis ekonomi global, terutama perang dagang antara Amerika dan Tiongkok diminta agar pemerintahan Joko Widodo ( Jokowi) periode kedua supaya lebih fokus membenahi masalah ekonomi.

Karena itu, penetapan figur menteri yang duduk di Kabinet bidang ekonomi mendatang, haruslah yang betul betul profesional, bukan kader Partai Politik (Parpol), tetapi juga memiliki leadership, komunikatif, responsif dan kreatif.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan hal itu kepada wartawan, Rabu (9/10) di Jakarta.

Ketua HIPMI DKI Jakarta ini berpendapat, dampak krisis ekonomi global termasuk perang dagang antara Amerika dan Tiongkok sangat mempengaruhi bahkan berimbas terhadap ekonomi Indonesia.

Memang bukan hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia. Buktinya, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini yang diperkirakan 3,2% hanya bisa dicapai 2,9%. Tahun depan, diperkirakan hampir sama.

Amerika sendiri disebut sudah masuk pra resesi ekonomi, bahkan diperkirakan masih akan berlanjut.
Sarman Simanjorang mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sekarang ini, 60% di antaranya disumbang komsumsi rumah tangga masyarakat, sedangkan dari sektor lain, seperti ekspor hanya sedikit

Karena itu, untuk mempertahankan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5, 3 persen, hanya dua yang perlu dilakukan. Pertama, bagaimana pemerintah mampu mengelola dana sendiri dengan berbagai program bantuan, juga penyerapan tepat waktu sehingga daya beli masyarakat jangan sampai turun. Kedua membuka investasi seluas luasnya.

Preskom Delta Bir ini mengharapkan Jokowi membenahi berbagai kebijakan dengan membuat aturan aturan yang terkait dengan investasi supaya investasi masuk ke Indonesia. Sebab, untuk menghadapi kondisi ekonomi global diperlukan terobosan dan membutuhkan menteri yang penuh kreatif.

Menurutnya, Indonesia memerlukan Tim Kabinet ekonomi yang solid, kompak dan satu suara. Dengan demikian, betul betul ada sinkronisasi, ada kebijakan yang nyambung antara menteri yang satu dengan yang lain.

Konon, kata Sarman, selama ini terkadang ada kebijakan menteri, yang satu sama lain bertentangan. Kalau terjadi seperti ini, ujung ujungnya pengusahalah yang menjadi korban.

Makanya, ke depan, pengusaha mengharapkan agar kabinet ekonomi yang ditetapkan betul-betul direspon positif oleh pasar.
Pandangan yang positif itu merupakan awal yang bagus. Sebab biasanya, pasar saham tidak melihat siapa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Kesehatan ( Menkes) atau Menteri Sosial ( Mensos). Tetapi yang dilihat adalah Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Kelautan, Menteri BUMN dan Menteri Pertanian.

"Menteri-menteri inilah yang disorot, karena merekalah yang mampu mempengaruhi pasar. Kalau sudah diumumkan dan respon pasar positif, akan ada keyakinan bahwa ekonomi kita ke depan akan semakin kondusif," ujar Sarman. (J01/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments