Rabu, 08 Jul 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Pemda Diingatkan Ikut Memantau Pembebasan Lahan untuk Kelistrikan

Pemda Diingatkan Ikut Memantau Pembebasan Lahan untuk Kelistrikan

Senin, 03 Maret 2014 22:10 WIB
Batam (SIB)- Pemerintah daerah diingatkan untuk ikut membantu membebaskan lahan untuk pembangunan pembangkit listrik dalam upaya menghindari kelangkaan atau krisis pasokan listrik, kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Susilo Siswoutomo.

"Kita akan memberikan apresiasi kepada Pemda yang bersedia membantu mencarikan lahan dan mempermudah memberikan izin pembangunan pembangkit," kata Susilo kepada pers di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan usai melaksanakan "soft launching" pembangunan lima proyek infrastruktur ketenagalistrikan di Batam.

Proyek yang berlokasi di Tanjung Uncang itu adalah pembangunan pipa gas ruas dua pemping milik konsorisum PT PLN Batam dan UBE, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Uncang milik Independent Power Producer (IPP), PLTGU Tanjung Uncang milik PT PLN batam, Gardu Induk Tanjung Uncang, serta Transmisi 150kV Sagulung-Tanjung Uncang.

Hadir dalam acara itu antara lain Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani, Dirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, serta Dirut Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura.

Menurut Wamen, kelangkaan listrik yang terjadi di Sumatera Utara misalnya antara lain disebabkan pemerintah daerah setempat tidak berhasil membebaskan lahan.

Susilo mengatakan pembangunan pembangkit listrik di Sumut, khususnya di Asahan dan Pangkalan Susu, harusnya sudah dimulai 2006. "Pembebasan lahan di kawasan itu tidak beres sehingga dampak kekurangan pasokan listrik dirasakan sekarang," katanya.

Pemerintah, katanya, sudah menyusun rencana aksi cepat menyelesaikan  krisis listrik di Sumut, yaitu melakukan delapan aksi dalam waktu dekat.

Susilo mengimbau kepala daerah agar bisa secara aktif membantu pemerintah dalam menyediakan lahan dan memberikan izin pembangunan pembangkit listrik, sehingga kelangkaan listrik tak lagi terjadi. "Listrik sudah jadi kebutuhan pokok seperti pangan. Jadi pembangunan pembangkit listrik di suatu daerah tak bisa ditunda," katanya.

Gubernur Muhammad Sani mengatakan pihaknya akan sangat membantu PLN untuk membangun pembangkit listrik karena memang wilayahnya membutuhkan.

Dikatakan, sebagai wilayah industri listrik merupakan kebutuhan pokok yang selalu ditanyakan investor jika ingin investasi di Batam. "Kita tentunya akan membantu mencarikan lahan dan mempermudah pembangunan izin pembangunan pembangkit listrik," kata gubernur.

Dia mengakui, pasokan listrik di Batam sudah bagus. "Matinya listrik lebih sedikit dibanding nyalanya," katanya. (Ant/q)
T#gs Pemda
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments