Minggu, 18 Agu 2019

OSO: Pancasila Alat Pemersatu Bangsa

admin Kamis, 08 Agustus 2019 18:59 WIB
Oesman Sapta Oedang
Pekanbaru (SIB) -Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Oedang (OSO) menilai penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda sangat perlu dan penting sekali. Sebab, masih ada kelompok masyarakat yang mengabaikan konsensus bernegara itu.

"Sebagai pimpinan lembaga negara, saya cukup prihatin jika mendengar ada sekelompok masyarakat yang mulai mengabaikan konsensus bernegara kita," katanya dalam kuliah umum dan transfer energi dengan tema 'Pancasila dan Narasi Kebangsaan Kita' di Universitas Riau, Pekanbaru, Rabu (7/8).

Kuliah umum ini merupakan salah satu agenda dalam pengenalan kehidupan kampus yang diikuti 1.253 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan Universitas Riau.

Dalam kuliah umum itu, Oesman Sapta menceritakan percakapan antara Bung Karno dan Presiden Yugoslavia Tito. Dalam percakapan itu, Tito membanggakan kekuatan militer untuk mempertahankan bangsanya. Sedangkan Bung Karno mengatakan telah mewariskan Indonesia dengan sebuah way of life yang bernama Pancasila.

"Sejarah membuktikan Yugoslavia yang mempunyai militer yang kuat sekarang telah pecah menjadi beberapa negara. Sementara Indonesia yang wilayahnya luas dengan ribuan pulau dan suku-suku tetap tegak dengan NKRI," papar OSO.

"Kuncinya adalah satu, karena kita punya ideologi pemersatu yang bernama Pancasila. Pancasila menjadi pandangan hidup sekaligus alat pemersatu bangsa Indonesia. Karena Pancasila, masyarakat Jawa ikut bersedih ketika masyarakat Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan," tambahnya.

Menurut OSO, itulah kekuatan ideologi yang bernama Pancasila. Maka tidak mengherankan bila Soekarno pernah mengajak bangsa-bangsa di dunia untuk menggunakan Pancasila sebagai ideologi.

"Mengapa Pancasila ideologi yang paling tepat?" tanya OSO.

"Karena Pancasila bukan ideologi impor. Pancasila adalah ideologi yang dilahirkan anak-anak bangsa Indonesia, yaitu tokoh ulama, cerdik pandai, dan pemimpin-pemimpin nasional pada saat itu. Nilai-nilai Pancasila digali dari bumi Indonesia. Selain itu, Pancasila adalah ideologi yang tidak melawan kodrat," kata OSO memaparkan jawabannya.

Kepada mahasiswa baru FKIP Unri, OSO berpesan agar mereka mencari pengalaman mengajar. Tidak hanya menguasai teori, tapi juga pengalaman mengajar agar menjadi guru yang baik dan teladan bagi murid serta menghasilkan murid yang cerdas dan bermartabat.

"Negara yang maju adalah negara yang menghargai pendidikan. Negara yang maju adalah negara yang mengerti tentang filosofi pendidikan. Negara yang maju adalah negara yang mampu mendidik anak-anak menjadi orang pintar, cerdas, dan bermartabat," katanya.

Kuliah umum dan transfer energi ini diakhiri dengan Deklarasi Jaga Pancasila dan Menolak Paham Radikalisme. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Rektor Unri Aras Mulyadi dan Dekan FKIP Unri Mahdum. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments