Kamis, 06 Agu 2020

New Normal Segera Diterapkan, Bagaimana Nasib Calon TKI?

Jumat, 05 Juni 2020 22:55 WIB
Foto : Dok / Ketua Umum Apjati Ayub Basalamah

Ketua Umum Apjati Ayub Basalamah

Jakarta (SIB)
New Normal segera diterapkandi Indonesia. Lalu bagaimananasib para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang kini disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI)?

Badan Perlindungan PekerjaMigran Indonesia (BP2MI) mengusulkan relaksasi dan penempatan selektif PMI kepada
Pemerintah. Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) mendukung usulan tersebut.

“APJATI mendukung relaksasipenempatan PMI pasca Covid-19 oleh Pemerintah untuk mengurangi pengangguran dan memulihkan ekonomi. Tentu saja SOP dan protokol kesehatanseperti cek suhu badan secara berkala, penggunaan masker, jaga jarak serta kebiasaanmencuci tangan akan diimplementasikan dan disosialisasikankepada para calon PMI yang akan bekerja ke luar negeri,” kata Ketua Umum APJATI.

Ayub mengatakan APJATI siap memfasilitasi rapid test dan swab test untuk memastikan kesehatan dari para calon pekerja
migran, serta melakukan karantina, sehingga negara penempatan juga tidak perlu khawatir.

Sebelumnnya, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakantelah berkoordinasi dengan Menaker dan mengusulkanadanya relaksasi dan penempatan selektif bertahap. Dia mengatakan sinergi Pemerintahdan swasta diperlukan untukmendukung penyaluran PMI saat penerapan New Normal.

“Dapat dilihat saat ini beberapanegara sudah membuka imigrasi dan memberikan kesempatanbagi warga negara lain untuk datang melalui protokol kesehatan yang ketat. Sebut saja Taiwan, sebagai salah satu negara yang sudah ‘0’ kasus Covid-nya, lalu ada Hong Kong, Korsel, Jepang, dan juga akan menyusul negara penempatan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari situs BP2MI, lembaga tersebut telah menggelar rapat dengan Kementerian Ketenagakerjaan(Kemenaker) membahas peluang kerja sama bidang ketenagakerjaan pascapandemiCovid-19 dengan seluruh perwakilan RI, Jumat (29/5) lalu. Prakarsa ini diinisiasi Duta Besar RI di Abu Dhabi, Husin Bagis. Selain Menaker Ida Fauzyiah dan Kepala BP2MI Benny Rhamdani, rapat video conference itu juga dihadiri SestamaBP2MI Tatang B Razak, Dubes Abudhabi Husin Bagis,
Dubes Kuwait Tri Tharyat, Dubes Riyadh Agus Maftuh Abegebriel, Dubes Bahrain NurSyahrir Rahardjo, dan Konjen Jeddah Eko Hartono.

“Diperkirakan jumlah penganggurandiproyeksikan 2 jutaan orang atau yang paling berat ada sekitar 5,2 juta orang.
Pemerintah tidak hanya konsen terhadap kesehatan saja tapi juga konsen terhadap perekonomianjuga,” kata Ida.

Ia menyatakan pemerintahtelah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran, di antaranya memberikan pelatihan vokasi termasuk di dalamnya yaitu kartu prakerja, mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja (BLK), program kesempatan perluasan kerja, dan program-program lainnya.

Menyambung pernyataan Menaker, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan bahwapasar tenaga kerja Timur Tengah sangat besar. Namun harus dikuatkan dari sisi pelindungannya,selain kesiapan negara penempatan di masa pandemi ini.

“Awal bulan ini (Juni, red) pemerintah telah melakukan kebijakanrelaksasi PSBB dalam negeri, ini momentum untuk meninjau kembali Permenaker 151/2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan PMI. Ini juga menjadi solusi efektif mengatasi pengangguran dan PHK akibat Covid 19,” ujar Benny. (detikcom/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments