Jumat, 24 Mei 2019

Menkominfo Prihatin Angka Golput Terus Meningkat

Senin, 10 Februari 2014 10:34 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Bengkulu (SIB)- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring prihatin angka golput terus meningkat dalam pemilu legislatif dan pemilu kepala daerah. Tifatul berharap pers membantu sisi edukasi untuk tingkat partisipasi pemilih.

"Tren golput meningkat di Pileg dan Pilkada," kata Tifatul dalam sambutannya pada acara Konvensi Media Massa peringatan Hari Pers Nasional di Grage Horizon Hotel Jalan Pantai Nala No 142 Bengkulu, Sabtu (8/2).

Tifatul memaparkan data sejumlah Pilkada yang berlangsung di Indonesia. Pada Pileg tahun 1999 angka golput 10,2 persen, pileg 2004 (23,3 persen) dan pada tahun 2009 menjadi 29 persen pemilih yang tidak menggunakan haknya.

"Artinya partisipasi masyarakat dalam pileg menurun," sebut Tifatul.

Kecenderungan peningkatan golput juga terjadi pada Pilkada. Di Jakarta, Pilgub pada 2007 mencatat angka golput 35,2 persen, sedangkan tahun 2012 angkanya melonjak menjadi 32 persen.

"Tahun 2012 Pilkada DKI, juara keduanya bukan Foke tapi golput. Jadi pertama dimenangkan Jokowi-Ahok 37 persen, golput 32 persen," bebernya.
Pada Pilgub Sumut jumlah golput mencapai 5,3 juta, Pilkada Jabar suara pemenangnya di bawah angka golput.

"Pilkada di Deli Serdang parttisipasi hanya 41 persen, 59 persen golput, Pilkada Hateng 51,01 persen golput," sebutnya.

Tifatul menyinggung peran media massa yang meminggirkan fungsi edukasi. Media lebih banyak berfungsi untuk informasi dan hiburan. "Urusan edukasi kurang dapat perhatian, kontrol sosial masih digunakan untuk alat politik karena sebagian owner media juga merangkap sebagai politisi," kritik dia. (detikcom/ r)
T#gs Pemilu
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments