Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Massa Gempar dan Himas Unjuk Rasa di Depan Kantor MA Jakarta Tuntut Pencopotan Bupati Simeulue

Massa Gempar dan Himas Unjuk Rasa di Depan Kantor MA Jakarta Tuntut Pencopotan Bupati Simeulue

admin Rabu, 14 Agustus 2019 21:54 WIB
SIB/Dok
UNJUK RASA : Massa Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) bersama Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) Jakarta dan sekitarnya berunjukrasa di depan Kantor Mahkamah Agung (MA) Jakarta, Selasa (13/8).
Jakarta (SIB) -Massa Gerakan Masyarakat Anti Pejabat Amoral (Gempar) bersama Himpunan Masyarakat Simeulue (Himas) Jakarta dan sekitarnya melakukan aksi di depan Kantor Mahkamah Agung (MA) Jakarta, Selasa (13/8) siang.

Pengunjukrasa menuntut MA supaya segera mengeluarkan fatwa pencopotan Bupati Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh Darussalam, H Erli Hasyim dari jabatannya karena telah berbuat mesum seperti dalam video yang sudah beredar luas di masyarakat Aceh khususnya.

Perbuatan tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma masyarakat Indonesia, apalagi Islam sebagai agama mayoritas. Bahkan Aceh dikenal sebagai provinsi 'Serambi Makkah' yang menerapkan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami menuntut MA segera mengeluarkan fatwa pencopotan Bupati Simeulue Erli Hasyim," kata Koordinator Aksi, Ir Denvinal kepada awak media, sambil menambahkan, Aceh satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam keseharian masyarakat Aceh betul-betul menjalankan tata kehidupan bernuansa Islami dan beraklakulkarimah.

Menurut Denvinal, apa yang dilakukan Erli Hasyim benar-benar sangat tidak layak sebagai seorang umat Islam. Apalagi Erli Hasyim tidak hanya sekadar seorang Ketua Partai Bulan Bintang (PBB) yang bernuansa Islam dan mantan Ketua PP Muhammadiyah tetapi juga seorang ustadz.

Dalam aksi di depan Gedung MA, massa juga menyaksikan bagaimana hukum cambuk dilakukan di Tanah Rencong terhadap mereka yang melakukan pelanggaran Syariat Islam seperti berzinah, mencuri dan sebagainya.

Masyarakat Simeulue dikagetkan dengan beredarnya vidio perbuatan yang mengarah pada asusila, amoral yang diduga dilakukan H Erli Hasyim. Lebih terkejut lagi karena dia membenarkan itu adalah vidio dirinya.

"Masyarakat paham bahwa wanita di dalam vidio itu bukanlah isterinya" ucap Denvinal.

Setelah beberapa lama melakukan aksi, perwakilan massa di terima petugas MA. Selain mendesak Dinas Syariat Islam Kabupaten Simeulue dan Provinsi Aceh segera mengambil sikap untuk menerapkan hukum sesuai Syariat Islam yang berlaku terhadap H Erli Hasyim, juga meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah agar tidak terjadi keresahan berkelanjutan dan konflik horizontal di tengah masyarakat Simeulue yang memiliki fanatisme kedaerahan yang sangat keras dan kuat. (J01/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments