Selasa, 15 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Masih Buru Ali Kalora cs, Operasi Tinombala Diperpanjang 3 Bulan

Masih Buru Ali Kalora cs, Operasi Tinombala Diperpanjang 3 Bulan

* Terduga Teroris Magetan Bendahara Jamaah Islamiyah
admin Jumat, 12 Juli 2019 17:37 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Masa Operasi Tinombala untuk menangkap kelompok Ali Kalora resmi diperpanjang hingga 3 bulan ke depan. Perpanjangan yang dimulai Juli ini diharapkan bisa membantu satgas menangkap kelompok tersebut.

"Belum ada yang ditangkap, kemarin operasi diperpanjang 3 bulan ke depan. Harapan 3 bulan ke depan itu sudah berhasil menangkap kelompok Ali Kalora," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Dedi mengatakan tim bukan tak mampu menemukan lokasi persembunyian Ali Kalora. Dia menyebut tim sudah menemukan lokasi tapi butuh waktu untuk mencapai lokasi tersebut.

"Bukan belum mampu, sudah menemukan titik koordinatnya dan perlu waktu untuk ke sana," ujarnya.

Baku tembak terakhir antara Satgas Tinombala dan Ali Kalora cs terjadi di Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Parigi Moutong (Parimo), pada Kamis (21/3). Tiga anggota Ali Kalora yang tewas adalah Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdul Rahman (22), Al Haji Kaliki alias Ibrohim (26) dan Alqindi alias Muaz (26).

"Alqindi alias Muaz, hasil penelusuran dan investigasi tim ke Banten bahwa yang bersangkutan adalah keponakan Imam Samudera, pelaku terorisme yang dijatuhi hukuman mati dan telah dieksekusi," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Jumat (5/4).

Bendahara Jamaah Islamiyah
Sementara itu, Polri menyebut terduga teroris yang ditangkap di Magetan, Jawa Timur, punya posisi sentral di Jamaah Islamiyah (JI). Satu orang di antaranya merupakan bendahara.

"Bendahara itu, termasuk struktur sentral JI model baru," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo.

Dedi mengatakan, saat ini terduga teroris itu masih didalami. Dia menyebut basis ekonomi JI dikelola oleh dua orang tersebut.

"Masih mendalami bendahara JI yang ditangkap di Jawa Timur, karena dia yang diduga mengelola basic ekonomi JI," ujarnya.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 mengamankan dua terduga teroris di Magetan pada Rabu (3/7) lalu. Dua terduga teroris itu merupakan SA (51) dan anaknya HA (24).

Polri sebelumnya menerangkan kelompok terduga teroris JI pimpinan Para Wijayanto memiliki usaha yang dijadikan sumber pendanaan kegiatan mereka. Salah satu bisnis kelompok ini adalah di bidang perkebunan. Namun polisi masih mendalami jenis-jenis usaha lain yang mereka geluti.

"Masih didalami tahapan pembangunan kekuatannya, kemudian sedang dikembangkan. Tahapan pembangunan kekuatan ini harus didukung oleh kemampuan ekonomi. Mereka juga sedang mengembangkan basic ekonomi mereka, yaitu ada beberapa usaha yang mereka bangun, antara lain perkebunan untuk membiayai organisasi JI ini," ujar Dedi Prasetyo, Senin (1/7). (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments