Jumat, 02 Okt 2020

MPR Siap Gelar Sidang Tahunan dengan Protokol Kesehatan Ketat

Minggu, 09 Agustus 2020 22:12 WIB
Foto: Dok/Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo

Jakarta (SIB)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, pelaksanaan sidang tahunan MPR RI pada tanggal 14 Agustus 2020 mendatang, kali ini tidak dilakukan sebagaimana lazimnya akibat adanya pandemi Corona. Dalam pelaksanaannya, sidang tahunan MPR akan diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Termasuk pembatasan jumlah peserta yang boleh masuk ke ruang sidang.

"Pandemi Corona sudah menyebabkan kontraksi bahkan kejatuhan berbagai lapangan usaha, kecuali teknologi dan pertanian. Ini mengingatkan bahwa masa depan Indonesia bukan di kota tapi di desa, dan sekarang banyak pengusaha mulai melirik desa dan pertanian," ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Sabtu (8/8).

Hal itu ia sampaikan dalam acara Media Expert Meeting di Bandung, Jawa Barat pada hari Jumat (7/8). Tema yang dibahas pada acara tersebut adalah 'Sidang Tahunan MPR: Konvensi Ketatanegaraan Dalam Rangka Laporan Kinerja Lembaga Negara'.

Menurut Bamsoet, selain pertanian saat ini juga semakin banyak pengusaha yang melirik usaha kerajinan yang salah satunya adalah sektor perbatikan. Bahkan beberapa waktu terakhir, volume ekspor batik ke luar negeri terus bertambah.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad berharap Presiden Joko Widodo bisa menyampaikan pidato yang luar biasa. Ia berharap pidato yang disampaikan oleh presiden mampu memberikan harapan dan semangat kepada seluruh masyarakat.

"Kalau penanganan kita terhadap Corona, itu biasa-biasa saja, saya khawatir akhir tahun nanti kita akan menghadapi situasi yang tidak menyenangkan. Apalagi, saat ini saja belanja negara masih sangat kurang. Hingga Agustus ini baru 30%, dan kalau tidak ada upaya yang luar biasa ini bisa sangat mengkhawatirkan," imbuh Fadel.

Harapan serupa disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW). HNW mengatakan momen sidang tahunan harus menjadi momen untuk mengabarkan kebaikan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Serta juga membangun dan mengobarkan semangat untuk kembali bangkit dan melakukan perbaikan.

"Corona berhasil memaksa banyak orangtua beli handphone agar anaknya bisa tetap belajar. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari kebutuhan terhadap handphone belum mendesak," ungkap Hidayat.

Hidayat pun mendukung rencana pemberian honor sebesar Rp 600 ribu bagi pegawai yang memiliki gaji di bawah Rp 5 juta. Namun, Hidayat juga mengingatkan presiden terhadap janji-janji yang belum terealisasi. Salah satunya adalah janji memberikan insentif kepada tenaga medis yang menjadi pejuang terdepan menghadapi Corona.

"Daripada menimbulkan keributan, lebih baik anggaran Program Organisasi Penggerak (POP) digunakan untuk membantu membeli pulsa. Dan untuk meningkatkan penyerapan anggaran negara, perlu dipikirkan bantuan kepada para guru honorer. Mereka sudah bertahun-tahun mengabdi, tapi gaji yang diterima masih memprihatinkan. Kalau program tersebut dilakukan, niscaya pemulihan ekonomi sebagai imbas Corona bisa segera menemukan hasilnya," ungkap Hidayat.

Sementara Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah berharap kerja sama yang baik dengan media bisa dilanjutkan, termasuk pada pelaksanaan Sidang Tahunan MPR. Siti Fauziah meminta media massa berpartisipasi dalam menginformasikan sidang tahunan kepada masyarakat karena sidang tahunan ini akan menjadi wajah Indonesia di mata dunia. (detikcom/f)

T#gs MPRProtokol KesehatanSidang Tahunan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments