Sabtu, 08 Agu 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Launching Gerakan Klik Serentak, KPU Ajak Aktif Cek Daftar Pemilih

Launching Gerakan Klik Serentak, KPU Ajak Aktif Cek Daftar Pemilih

Kamis, 16 Juli 2020 20:32 WIB
Foto ANT/Akbar Nugroho Gumay

PELUNCURAN : Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) mengepalkan tangan bersama Ketua Bawaslu Abhan (kedua kiri), Ketua DKPP Muhammad (kanan) dan Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa (kiri) saat peluncuran gerakan klik serentak di Jakarta, Rabu (15/7). Gerakan klik serentak merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang menggelar pilkada serentak untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) melalui laman lindungihakpilihmu.kpu.go.id. 

Jakarta (SIB)
KPU me-launching Gerakan Klik Serentak (GKS) dan Gerakan Coklit Serentak (GCS) dalam rangka dimulainya tahapan pemutakhiran data pemilih Pilkada 2020 yang dilaksanakan 15 Juli hingga 13 Agustus di 270 daerah. KPU mengajak masyarakat mengecek secara mandiri apakah sudah terdaftar dalam penyusunan data pemilih atau belum.

"Tahapan pemilihan kepala daerah dimulai 15 Juli hari ini kita melakukan klik serentak. Itu artinya aplikasi yang sudah kita siapkan mulai hari ini kita akan klik sama-sama dan sejak itu semua masyarakat, semua daerah yang menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pemilihnya bisa mengakses ke web tersebut kemudian mengecek apakah dirinya sudah ada di dalam daftar pemilih atau belum. Sampai kemudian nanti akan kita tetapkan menjadi DPS," kata Ketua KPU Arief Budiman, dalam acara Gerakan Klik Serentak, yang disiarkan dari akun Facebook KPU RI, Rabu (15/7).

Arief menjelaskan masyarakat dapat mengecek data dirinya apakah sudah terdaftar menjadi pemilih atau belum. Pemilih dapat melihat data dirinya tersebut dengan mengakses secara daring pada laman https://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id.

Namun, konfirmasi ditetapkannya sebagai pemilih tetap melalui coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sesuai UU dan Peraturan KPU yang mengatur tentang pencocokan dan penelitian melalui PPDP. Arief mengatakan data pemilih itu akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS), jika ada perbaikan nantinya akan dilakukan penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan hingga akhirnya ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Meski begitu, Arief mengatakan saat baru di-launching kemarin malam, website https://www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id sudah mendapatkan 'serangan' karena dinilai mendapat antusias yang banyak dari masyarakat. Namun, Arief meski mendapatkan serangan tetapi database KPU tetap aman, hanya saja menjadi lamban.

"Jadi data kita aman makanya penyebabnya akibatnya hanya melambatnya sistem kita, jadi lemot gitu," ujarnya.
Arief menyebut serangan tersebut sebelumnya telah ada pada Situng pada Pemilu 2019 tetapi database KPU masih aman. Menurutnya, serangan hacker hanya membuat sistem menjadi lambat.

"Terhadap database kita tidak masalah semua tersimpan di-back up kita juga sudah cukup rapih, sama persis dengan kejadian terdahulu termasuk Situng kita. Sebetulnya hacker yang masuk itu tidak merusak data kita. Jadi kalau ibaratkan rumah itu mereka hanya bisa masuk di halamannya saja jadi data kita masih aman," ujarnya.

Arief menjelaskan sejatinya acara tersebut juga akan dilakukan secara terkoneksi dengan beberapa daerah, serta melibatkan tokoh masyarakat. Misalnya di daerah Depok melibatkan artis Ayu Ting Ting.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengatakan KPU juga akan melaksanakan Gerakan Coklit Serentak (GCS) yang berlangsung pada tanggal 18 Juli 2020. Pelaksanaan GCS ini juga untuk pengecekan terhadap penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 oleh PPDP yang akan mendatangi lima rumah untuk dilakukan pencocokan dan penelitian.

Gerakan ini akan diikuti oleh 21.210 petugas PPK, 140.241 PPS dan 300.017 PPDP di 309 kabupaten/kota, yang tersebar di 270 daerah pemilihan, yaitu 9 provinsi (meliputi 48 kabupaten/kota), 224 kab, dan 37 kota. Dia menuturkan KPU berupaya melakukan tahapan Pilkada dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ketat untuk melindungi masyarakat yang terlibat dalam tahapan Pemilihan Serentak 2020.

"Para petugas yang bekerja di tengah merebaknya pandemi Covid-19 wajib menjaga kesehatan untuk diri sendiri dan keluarga, serta menjaga kesehatan pemilih yang akan didatangi untuk dilakukan coklit dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19," kata Raka. (detikcom/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments