Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Korupsi Biaya Perjalanan Dinas, Eks Gubernur Malut Divonis 2 Tahun Bui

Korupsi Biaya Perjalanan Dinas, Eks Gubernur Malut Divonis 2 Tahun Bui

Kamis, 13 Agustus 2015 14:29 WIB
Jakarta (SIB)- Mantan Gubernur Maluku Utara (Malut), Thaib Armaiyn, divonis majelis hakim tipikor dengan hukuman 2 penjara dan denda Rp 150 juta subsidair 3 bulan. Thaib terbukti melakukan korupsi anggaran Dana Tak Terduga (DTT) Pemprov tahun Anggaran 2004.

"Menyatakan terdakwa Drs Thaib Armaiyn terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut sebagaimana tercantum dalam dakwaan subsider," kata Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 150 juta subsidair 3 bulan penjara," lanjutnya.

Thaib terbukti melanggar pasal pasal 3 UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagaimana diubah dalam UU no 20 tahun 2001. Ia terbukti melakukan kegiatan yang memperkaya diri sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Thaib memanfaatkan uang ABPD Perubahan yang sedianya untuk keperluan mendesak, justru dipakai untuk melakukan perjalanan dinas.

Terkait vonis ini, Thaib yang mengenakan kursi roda menyatakan pikir-pikir. Kuasa hukum Thaib, Wirawan Adnan ditemui usai persidangan menyatakan pikir-pikir namun mengarah kepada tidak akan banding.

"Kita masih pikir-pikir, tapi mengarah kepada tidak banding. Tapi kita menunggu apakah jaksa banding atau tidak," Wirawan.

Thaib ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada Selasa 11 Maret 2015 lalu di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dengan nomor Pol: S Pgl/1040/2012/TIPDIKOR.

Dalam kasus ini, kerugian negara yang dihitung sejumlah Rp 16,8 miliar. Namun Thaib diketahui menikmati uang haram itu Rp 6,8 miliar. (detikcom/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments