Senin, 16 Des 2019

Ketua MPR Inisiasi Forum Aspirasi Papua-Papua Barat

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 20:25 WIB
liputan6.com
Ilustrasi: Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menginisiasi pembentukan Forum Aspirasi dan Komunikasi Masyarakat Papua dan Papua Barat (For Papua) dalam wadah MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan.
Jakarta (SIB)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menginisiasi pembentukan Forum Aspirasi dan Komunikasi Masyarakat Papua dan Papua Barat (For Papua) dalam wadah MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan. Forum tersebut nantinya akan mengkoordinasikan berbagai kepentingan stakeholder dalam upaya mewadahi dan menangani persoalan Papua dan Papua Barat.

"Sebagai perwakilan masyarakat Papua dan Papua Barat, anggota DPD dan DPR RI memiliki ikatan emosional maupun kultural terhadap masyarakat Papua dan Papua Barat. Sehingga bisa berperan lebih banyak dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat," ujar Bamsoet kepada wartawan, Senin (2/12).

Bamsoet mengatakan persoalan Papua dan Papua Barat bukanlah persoalan baru, namun sudah berjalan begitu lama. Menurut dia, agar kedamaian di tanah Papua dan Papua Barat bisa segera terwujud dan tak kembali larut dalam konflik, penyelesaiannya bukan hanya melalui security approach saja, melainkan juga harus melalui pendekatan emosional dan kultural.

"Disitulah peran penting anggota DPR dan DPD RI diperlukan. Di DPR RI terdapat 10 anggota DPR RI Dapil Papua dan 3 anggota DPR RI Dapil Papua Barat. Sedangkan di DPD RI, ada 4 anggota DPD Dapil Papua dan 4 anggota DPD Dapil Papua Barat. Dengan demikian FOR PAPUA diisi 21 wakil rakyat yang dipilih secara langsung oleh rakyat," tuturnya.

Politikus Golkar ini juga menjelaskan, For Papua dibentuk dengan landasan hukum Bab II Pasal 2 UUD NRI 1945, Pasal 16 Ayat (1) huruf b UU 17/2014 dan Pasal 29 huruf i Peraturan MPR RI Nomor 1/2014. Bamsoet mengatakan, pada intinya, pimpinan MPR RI bertugas membentuk tim kerja sebagai alat kelengkapan pimpinan MPR RI dalam rangka membantu pelaksanaan tugas dan wewenangnya.

"Sesuai tugas dan fungsi MPR RI, khususnya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI menyangkut Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, FOR PAPUA harus menjadi garda terdepan dalam menjaga Papua dan Papua Barat tetap aman dan damai. Kunci utamanya adalah dengan mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi masyarakat Papua dan Papua Barat," jelas Bamsoet.

Bamsoet berharap kehadiran For Papua dapat memperkuat peran pemerintah yang selama ini sudah memberikan banyak perhatian terhadap Papua dan Papua Barat. For Papua, kata dia, diharapkan bergerak di sektor kultural dan emosional.

"Komitmen membangun Papua dan Papua Barat tak hanya tugas pemerintah pusat dan daerah saja. Legislatif dan berbagai organisasi kemasyarakatan juga perlu berperan. Sehingga kedamaian Papua dan Papua Barat bukan hanya menjadi impian, melainkan bisa segera menjadi kenyataan," kata Bamsoet.

Forum Papua ini diisi oleh anggota DPR dan DPD dari Dapil Papua dan Papua Barat. For Papua diketuai Yorrys Raweyai (Anggota DPD RI Dapil Papua), dengan Wakil Ketua Komarudin Watubun (Anggota DPR RI/F-PDI Perjuangan Dapil Papua) dan Jimmy Demianus Ijie (Anggota DPR RI/F-PDI Perjuangan Dapil Papua Barat).

Kemudian bendahara For Papua dipegang oleh Trifena M Tinal (Anggota DPR RI/F-Golkar Dapil Papua) dan Sulaeman Hamzah (Anggota DPR RI/F-Nasdem Dapil Papua). Sementara, Sekretaris For Papua dijabat oleh Filep Wamafma (Anggota DPD RI Dapil Papua Barat).

Hadir dalam pembentukan ini, Sanusi Rahaningmas (Anggota DPD RI Dapil Papua Barat), Robert Kardinal (Anggota DPR RI/F-Golkar Dapil Papua Barat) dan John Siffy Mirin (Anggota DPR RI/F-PPP Dapil Papua). Turut hadir para Wakil Ketua MPR RI, antara lain Arsul Sani (F-PPP), Hidayat Nur Wahid (F-PKS), dan Fadel Muhammad (Kelompok DPD). (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments