Selasa, 20 Agu 2019

Ketua DPR: Prajurit TNI Benteng Kedaulatan Rakyat

Sabtu, 06 Oktober 2018 17:00 WIB
Jakarta (SIB)- Di ulang tahun ke-73 TNI, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan tantangan TNI ke depan sangatlah kompleks dan beragam dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menilai TNI harus mampu menjaga Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, dan keutuhan NKRI dari rongrongan komunisme serta ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila.

"Sejarah membuktikan bahwa ideologi komunisme maupun ideologi lainnya tak akan bisa subur tumbuh di Indonesia. Karena kita punya Pancasila yang sudah melekat dalam jiwa raga anak bangsa, serta prajurit TNI yang menjadi benteng kedaulatan negara," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Jumat (5/10).

Usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-73 TNI dengan Inspektur Upacara Presiden Jokowi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Jumat (5/10), Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada.

Dia berharap masyarakat tidak termakan propaganda dari segelintir orang yang menggunakan isu komunisme untuk memecah belah bangsa demi ambisi politik tertentu. Isu komunisme, menurutnya, sangat seksi diembuskan karena Indonesia mempunyai trauma sejarah yang mencekam.

"Hati-hati, jangan sampai masyarakat termakan isu komunisme yang belum tentu kebenarannya. Percayalah, kita punya TNI yang setia menjaga Pancasila dan kedaulatan negara. Tak akan mungkin TNI diam membiarkan komunisme hidup di Negeri Khatulistiwa ini," kata Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga yakin memasuki usia ke-73 tahun, TNI semakin maju dan profesional. Para prajurit TNI juga sudah menunjukkan profesionalitas baik secara kelembagaan dan juga tunduk kepada hukum serta penghormatan HAM.

"Global Fire Power merilis hasil survei mereka tentang kekuatan militer negara di dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara, militer Indonesia masih yang paling kuat. Indonesia berada di posisi ke-15 dari 136 negara dunia yang disurvei. Disusul Vietnam menduduki peringkat 20, Thailand 27, Myanmar 35, dan Malaysia 44," jelas Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini pun mengingatkan TNI juga perlu mempersiapkan diri menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

Dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang, TNI perlu mengembangkan kemampuan Artificial Intelligence (AI) dalam sistem militer.

"Negara barat sudah membuat drone sampai seukuran lalat. Kita tak boleh hanya diam saja. Era Revolusi Industri 4.0 harus diadopsi ke dalam sistem persenjataan dan pertahanan nasional. Saya yakin banyak anak bangsa yang sanggup mempersiapkan sistem persenjataan yang canggih. Tinggal bagaimana political will kita sebagai bangsa untuk mengaturnya," pungkas Bamsoet. (detikcom/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments