Senin, 21 Okt 2019

Kepala Bappenas: Negara Maju Banyak Pengusaha, Bukan PNS

Jumat, 23 November 2018 12:36 WIB
Jakarta (SIB) -Jelang tahun politik Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali mendapatkan perhatian lebih. Kubu Prabowo-Sandi mengatakan akan menaikkan gaji guru hingga Rp 20 juta, sementara pemerintahan sekarang menaikan gaji PNS 5% dan memberikan gaji ke-13, plus THR.

Jika PNS terus dimanja dengan janji-janji kesejahteraan itu tentu akan banyak yang ingin menjadi PNS. Terbukti ada sekitar 2,7 juta orang yang ikut tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.

Padahal Indonesia sebagai negara berkembang seharusnya memperbanyak pengusaha. Sebab untuk menjadi negara maju minimal Indonesia harus punya pengusaha sebanyak 2% dari total penduduk. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

"Saya berpikir dan melihat ke depan kalau negara kita mau maju selain industrialisasi, kedua harus banyak pengusaha. Tidak ada negara maju yang banyak pegawai negerinya," ujarnya dalam acara seminar reuni ITB angkatan 1983 di Energy Building, Jakarta, Kamis (22/11).

Menurut Bambang siapapun sebenarnya bisa menjadi pengusaha, termasuk para insinyur kelulusan ITB. Justru menurut dia paling banyak lulusan ITB yang menjadi entrepreneur ketimbang kampusnya sendiri yakni Universitas Indonesia.

"Alumni yang paling besar menjadi entrepreneur itu ITB, tapi ini pandangan subjektif saya. Kalau kami di UI banyak yang ingin setelah lulus jadi profesional. Kalau ITB tidak, mungkin karena saat kuliah lebih banyak langsung ke lapangan. Paling simpel lulus teknik sipil langsung buka kontraktor," ujarnya. (detikfinance/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments