Jumat, 06 Des 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kemenpan: Masyarakat Masih Kental Anggapan Tes CPNS Harus Sogok

Kemenpan: Masyarakat Masih Kental Anggapan Tes CPNS Harus Sogok

*Beberapa Kecurangan Tes PNS
Kamis, 09 Januari 2014 09:32 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Tes CPNS 2013 dituding ada beberapa kecurangan seperti suap alias sogok-menyogok. Supardiana, Deputi Perencanaan dan Pengadaan Sistem Manajemen Mutu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) sudah tahu akan isu tersebut.

"Masyarakat masih kental dengan anggapan itu (kalau mau jadi PNS harus punya orang dalam atau menyuap) sehingga banyak yang jadi korban penipuan. Anggapan tersebut harus dihilangkan," ujar Supardiana.

Supardiana mengatakan itu dalam acara Seminar dan Pertemuan Nasional Konsorsium LSM Pemantauan CPNS (KLPC) 2013 di Hotel Ibis Arcadia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/1).

Supardiana mengatakan, pelaksanaan tes CPNS 2013 sudah jauh lebih baik dari tahun 2010 dan 2011. Tes menggunakan metode computer assisted test (CAT) yang hasilnya tidak bisa dicurangi.

"Namun kendalanya ada di pengadaan sistem itu. Baru 73 instansi yang memakai sistem tersebut," kata Supardiana.

Supardiana menambahkan, kecurangan yang dilakukan pada jalur honorer K2 akan dicek setelah CPNS tersebut lulus. Jumlah peserta CPNS jalur honorer K2 yakni 648 ribu orang.

"Kalau kita lihatin (verifikasi berkas) satu-satu ya capek. Jadi kalau sudah lulus lalu diduga kecurangan baru (dilakukan verifikasi berkas)," ucap dia.

Supardiana mempersilakan pelaku kecurangan tes dipidana. Namun pihaknya tidak memiliki wewenang penyelidikan.

"Laporkan saja ke polisi. Tapi yang dilaporkan ya si pelaku. Misalnya ada bupati yang memasukkan saudaranya, ya laporin saja dia. Jangan pusat (Kemenpan) yang dilaporkan. Karena pusat tidak memiliki tanggung jawab. (Penerimaan dan pelulusan peserta CPNS) itu urusan masing-masing daerah," jelasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, Asron Jaya, Direktur Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi non Pemerintah (Fikornop) menyatakan, kecurangan dalam tes CPNS yakni pada jalur honorer K2 dan jalur umum. Pada jalur honorer K2 kecurangan berupa banyak pemalsuan SK sehingga honorer yang seharusnya belum boleh ikut tes CPNS ternyata ikut.

Kecurangan pada Tes CPNS 2013

Tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 dan pengumumannya sudah dilakukan. Namun ada kerikil-kerikil berupa kecurangan dalam tes itu.

Asron Jaya, Direktur Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi non Pemerintah (Fikornop) mengungkapkan, ada kecurangan dalam tes itu yakni pada jalur honorer K2 dan jalur umum. Pada jalur honorer K2 kecurangan berupa banyak pemalsuan SK sehingga honorer yang seharusnya belum boleh ikut tes CPNS ternyata ikut.

"Syarat untuk ikut jalur ini diangkat menjadi honorer itu sebelum tahun 2005. Di banyak tempat ditemukan honorer yang SK-nya baru tahun 2010/2011 sudah ikut tes CPNS jalur K2 ini," kata Asron.

Menurut Asron, penyebab kecurangan itu antara lain kedekatan dengan kepala dinas atau orang-orang penting di dinas tersebut. Caranya dengan memanipulasi SK pengangkatan.

Kecurangan kedua yakni adanya praktik pemerasan, penyuapan, percaloan dan perjokian yang dilakukan PNS atau pejabat pada dinasti terkait. Asron menilai, hal ini sudah umum dilakukan namun sulit diungkap karena banyaknya pihak-pihak yang terlibat.

Asron memaparkan, penyebab kecurangan itu antara lain adanya anggapan umum di masyarakat bila PNS harus menyuap, menyogok. Sehingga hal itu dimanfaatkan oleh PNS di dinas tersebut.

Penyebab ketiga, data dan proses rekrutmen CPNS tidak transparan. Banyak ditemukan kasus panitia tidak mengetahui instruksi yang sudah diberikan di soal atau lembar jawaban. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak transparan dan kooperatif dalam melakukan verifikasi pemberkasan.

Penyebab keempat, penyelenggaraan kurang efektif dan profesional. Panitia banyak yang tidak mengikuti SOP dari pusat. Kurangnya koordinasi dari Panitia Penyelenggara Nasional (Panselnas) dan panitia di daerah. (detikcom/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments