Jumat, 06 Des 2019

Kemenhub Keluarkan Maklumat Pelayaran Hadapi Cuaca ekstrem

Sabtu, 11 Januari 2014 11:04 WIB
Jakarta (SIB) - Kementerian Perhubungan mengeluarkan maklumat pelayaran dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpengaruh terhadap kondisi pelayaran pada Januari 2014 guna meningkatkan keselamatan pelayaran.

Siaran pers Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub di Jakarta, Jumat, menyebutkan bahwa maklumat itu dikeluarkan sebagai tindak lanjut peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagaimana diketahui, BMKG menyatakan bahwa pada tanggal 7—13 Januari 2014 akan terjadi angin kencang, hujan lebat disertai petir, serta gelombang tinggi di perairan Indonesia.

BMKG memperkirakan terjadinya gelombang setinggi 2—3 meter, antara lain di perairan Sibolga dan Kepulauan Mentawai, perairan Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan Kepulauan Riau, dan Kepulauan Lingga.

Selain itu, gelombang tinggi tersebut juga diperkirakan terjadi di perairan Kepulauan Bangka Belitung, perairan bagian selatan Banten hingga Jawa Tengah, perairan Kalimantan Bagian Barat, dan perairan selatan Kalimantan Selatan.

Selanjutnya, di perairan utara Gorontalo dan Sulawesi Utara, perairan Pulau Morotai, Laut Maluku bagian utara, perairan Halmahera, Samudra Pasifik bagian utara Papua.

Sebagai tindak lanjut peringatan dini dari BMKG tersebut, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub menginstruksikan para kepala Kantor Kesyahbandaran untuk menunda pemberian surat persetujuan berlayar bagi perahu nelayan, kapal tongkang, kapal roro, kapal landing, kapal ferry, dan kapal penumpang berkecepatan tinggi untuk berlayar pada semua perairan yang mengalami gelombang tinggi.

Selain perairan-perairan tersebut, gelombang setinggi 3—4 meter juga diperkirakan oleh BMKG akan terjadi di Laut Cina Selatan, perairan Kepulauan Natuna, Laut Natuna, Samudra Pasifik utara Halmahera, Samudra Pasifik utara Kepulauan Talaud, dan Laut Sulawesi bagian tengah.

Menindaklanjuti hal itu, Ditjen Perhubungan Laut mengeluarkan instruksi kepada para kepala Kantor Kesyahbandaran untuk menunda pemberian surat persetujuan berlayar bagi kapal yang tinggi lambung timbulnya kurang dari 3 meter untuk berlayar pada perairan tersebut.

Gelombang setinggi 4—5 meter diperkirakan akan terjadi di Samudra Hindia barat laut Australia, perairan Vietnam, Laut Filipina, dan Laut Sulu.

Untuk itu, Ditjen Perhubungan Laut juga mengeluarkan instruksi kepada para kepala Kantor Kesyahbandaran untuk menunda pemberian surat persetujuan berlayar bagi semua ukuran dan jenis kapal untuk berlayar pada perairan tersebut.(Antara/W)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments