Jumat, 10 Apr 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kelompok Cipayung Plus Imbau KPU Selenggarakan Pemilu Berkualitas

Kelompok Cipayung Plus Imbau KPU Selenggarakan Pemilu Berkualitas

Jumat, 17 Januari 2014 14:32 WIB
SIB/G2
Petisi : Kelompok Cipayung Plus bacakan sembilan petisi wujudkan pemilu 2014 luber dan jurdil di KPU, Jakarta, Kamis (16/1)
Jakarta (SIB)- Pemilu 2014 merupakan pemilu keempat Indonesia di era reformasi. Namun perkembangan demokrasi di Indonesia juga tak kunjung bertambah berkualitas.

Hal ini tampak jelas dengan masih adanya berbagai persoalan masih adanya berbagai persoalan masih membayangi Pemilu 2014 merupakan momen kritis yang akan menentukan masa depan seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian seruan kelompok Cipayung Plus, yang mengatas namakan Petisi 9, dalam gerakan nasional untuk Pemilu berkualitas, dalam keterangan persnya, di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Cipayung Plus, diantaranya Perhimpunan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Serta  Kesatuan Mahasiswa Hindu Darma Indonesia (KMHDI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), KAMMI, dan HIKMAHBUDHI.

Cipayung Plus menilai, dari Pemilu tahun 1999, 2004, dan 2009 partisipasi masyarakat menurun.
Salah satu elemen Cipayung Plus, Ketua Umum PP GMKI Supriadi Narno mengatakan, menurunnya kualitas Pemilu dikarenakan salah satu penyebabnya kualitas penyelenggara Pemilu.

Faktor kedua, partai politik yang tidak berhasil dalam melakukan kaderisasi dan pendidikan politik. "Banyaknya anggota legislatif, eksekutif, dan yudikatif yang terjerat kasus hukum dan melakukan tindakan amoral,"ujarnya.

Dan juga, kinerja eksekutif dan legislatif hasil produk pemilu kurang memenuhi harapan masyarakat. "Terlebih, sistem pemilu masih demokratis prosedural belum substansif,"tambahnya.

Dia mengatakan, faktor penegakan hukum pemilu yang belum dapat menjerat para pelanggar aturan pemilu. Dan juga, makin melemahnya pemilu disebabkan manajemen pemilu yang masih tumpang tindih.

"Kisruh daftar pemilih tetap (DPT) dan belum berjalannya proses pemilu yang sesuai dengan peraturan dan tahapan,"ujar Narno.

Sementara, Ketua Umum PB HMI Arif Rosyid mengatakan, Pemilu sesungguhnya adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.

"Pemilu bukanlah sarana pelaksanaan kedaulatan kapital yang akhirnya meruntuhkan kita sebagai sebagai bangsa," tutur Arif.

Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Manik mengemukakan, sangat apresiasi atas yang dilakukan kelompok Cipayung, yang mengatas namakan Cipayung Plus.

"Dengan adanya peran serta keterlibatan Kelompok Cipayung Plus ini, KPU memiliki harapan terselenggaranya Pemilu 2014 yang langsung, umum, bebas, dan rahasis (Luber) dan Jujur dan adil (jurdil)," pungkas Husni.

Selanjutnya, Kelompok Cipayung mengeluarkan sembilan petisi geraan nasional untuk pemilu berkualitas dari Mahasiswa untuk Indonesia.

Salah satu dari sembilan petisi tersebut, Cipayung plus menuntut kepada penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu) dan peserta pemilu untuk melakukan fakta integritas demi terciptanya pemilu yang demokratis dan berkualitas.

"Dan jika fakta integritas tersebut tidak dilaksanakan, Cipayung Plus akan melaksanakan langkah-langkah hukum dan konstitusional,"ujar Ketua Umum PB PMII Addin Jauharudin. (G2/ r)
T#gs KPU
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments