Jumat, 10 Apr 2020
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kejaksaan Tetapkan 2 Oknum LSM Kepahiang Tersangka Pungli Uang Dana Desa

Kejaksaan Tetapkan 2 Oknum LSM Kepahiang Tersangka Pungli Uang Dana Desa

admin Kamis, 01 Agustus 2019 21:08 WIB
SIB/Baren AS
DITAHAN : Usai menjalani pemeriksaan terkait dugaan pungli, Ketua LSM DPC Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) berinisial S dan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum LSM Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) CS yang ditetapkan sebagai tersangka langsung ditahan di Rutan Curup, Bengkulu.
Jakarta (SIB) -Jaksa penyidik Kejaksaan Negeri Kepahiang, Bengkulu menetapkan Ketua LSM DPC Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) berinisial S dan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum LSM Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) berinisial CS sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) terhadap 4 kepala desa Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Usai menjalani pemeriksaan, kedua tersangka langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Curup, Bengkulu terhitung 20 hari ke depan sejak ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap dua oknum Pengurus LSM DPC Badan Peneliti Aset Negara (BPAN) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) pada Selasa (30/7), Jaksa Penyidik Kejari Kepahiang dalam waktu 1x24 juga melakukan pemeriksaan secara intensif guna menemukan bukti awal terjadinya tindak pidana dan mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan terhadap keduanya dan berstatus menjadi tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Dr Mukri di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (31/7).

Kapuspenkum Kejagung menegaskan, keduanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT - 05/L.7.18/Fd.1/07/2019 tanggal 30 Juli 2019 atas nama tersangka S dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT - 06/L.7.18/Fd.1/07/2019 tanggal 30 Juli 2019 atas nama tersangka CS.

"Terhadap kedua tersangka akan dijerat dengan sangkaan pasal 2 ayat (1) UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," ujar Kapuspenkum.

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta ini menegaskan keduanya ditahan penyidik untuk kepentingan penyidikan terhadap kedua tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT - 05/L.7.18/Fd. 1/07/2019 untuk tersangka S dan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT - 06/L.7.18/Fd.1/07/2019 untuk tersangka CS.

"Jaksa Penyidik Kejari Kepahiang melakukan penahanan terhadap tersangka S dan tersangka CS berdasarkan bukti yang cukup dan karena dikhawatirkan akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Curup, Bengkulu," pungkasnya.

Seperti diketahui Tim Intelijen dan tim pidana khusus Kejaksaan Negeri Kepahiang, Bengkulu, dalam OTT berhasil mengamankan Ketua LSM DPC BPAN LAI berinisial S dan Kepala Divisi Advokasi dan Hukum LSM BPAN LAI berinisial CS di salah satu rumah makan di wilayah Bengkulu. Keduanya diduga melakukan pungli terhadap 4 kepala desa.

Selain menangkap kedua tersangka, tim penyidik juga menyita uang Rp 30 juta di dalam tas milik CS yang diduga berasal dari empat kepala desa yaitu Ai (42), Hh (50), Aa (55), Hz (42). Termasuk menyita 1 unit mobil dinas KPDT dengan Nopol BD 9032 GY, Kartu Identitas DPC, tiga unit handphone Samsung, Oppo dan Nokia serta dilakukan penyegelan terhadap Kantor DPC BPAN LAI yang berada di Kelurahan Dusun Kepahiang, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. (J02/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments