Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Karhutla di Aceh Barat Sudah Sebulan, Bupati Minta Bantuan BNPB

Karhutla di Aceh Barat Sudah Sebulan, Bupati Minta Bantuan BNPB

admin Rabu, 07 Agustus 2019 21:24 WIB
SIB/Ant/Syifa Yulinnas
KARHUTLA DI ACEH BARAT: Pengendara sepeda motor melaju menembus kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) saat melintasi jalan Desa Pinem, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Selasa (6/8).
Aceh Barat (SIB) -Bupati Aceh Barat, Ramli MS, meminta Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) agar segera menurunkan tim untuk membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah terjadi sejak satu bulan lebih di daerah itu.

Dampak musibah tersebut telah menyebabkan puluhan hektare lahan masyarakat yang berada di tiga kecamatan, seperti Kecamatan Meureubo, Johan Pahlawan dan Bubon terbakar dengan luas lahan yang terdampak mencapai 50 hektare lebih. "Saya sudah surati BPBA dan BNPB agar segera membantu pemadaman api di Aceh Barat, minimal ada hujan buatan atau penyiraman air dari udara," kata Bupati Ramli MS, Senin (5/8).

Menurut dia, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Aceh Barat sudah terjadi dalam rentang waktu antara awal Juli hingga awal Agustus 2019 dan saat ini upaya pemadaman masih sulit dilakukan, akibat jumlah lahan gambut yang terbakar semakin meluas.

Meski pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya untuk memadamkan api dan melakukan berbagai langkah pemadaman, akibat keterbatasan prasarana dan sarana, kobaran api di lokasi kebakaran sangat sulit dipadamkan.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga mengakui anggaran untuk operasional pemadaman api juga sudah mulai menipis dan jika tidak mendapatkan respons dari pemerintah pusat, ia khawatir sebaran api yang membakar lahan di Aceh Barat akan semakin sulit diatasi.

"Kami berharap BNPB segera mengatasi kebakaran hutan di Aceh Barat, kasihan masyarakat setiap hari harus menghirup asap akibat karhutla. Apalagi, petugas pemadam sudah sangat kelelahan bekerja siang malam memadamkan api," kata Ramli MS.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebut ketiga satelit dengan menggunakan sensor modis menemukan 12 titik panas sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi paling barat Indonesia ini.

"Satelit melakukan pantauan dan temukan total 12 titik panas di Aceh," terang Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SIM Aceh, Zakaria Ahmad.

Ke-12 titik panas tersebut tersebar pada tujuh kabupaten, terutama di wilayah barat-selatan di Aceh, meliputi Aceh Barat ada empat titik di antaranya pada dua kecamatan, yakni Arongan Lambaek dan Bubon masing-masing dua titik. (KJ/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments