Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kabut Asap di Pekanbaru Masih Parah, Libur Sekolah Diperpanjang

Kabut Asap di Pekanbaru Masih Parah, Libur Sekolah Diperpanjang

* Seorang Bayi Meninggal Ditengarai Akibat Kabut Asap
admin Jumat, 20 September 2019 18:53 WIB
SIB/Herry Surbakti
KABUT ASAP: Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Kamis (19/9) seperti terlihat dari Flyover SKA Pekanbaru.
Pekanbaru (SIB) -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Kamis (19/9).
Sepanjang Kamis kemarin, kabut asap terlihat begitu dekat di udara. Matahari juga tidak tampak sepanjang hari karena terhalang kabut.

Akibat kondisi yang terbilang parah tersebut, Pemko Pekanbaru kembali memperpanjang libur anak sekolah hingga Sabtu (21/9) ini, bahkan masih mungkin berlanjut lagi jika kondisi tidak kunjung membaik. Siswa-siswi di Pekanbaru sudah lebih seminggu diliburkan, persisnya sejak 10 September kemarin.

Informasi dari Pemko Pekanbaru, kemarin menyebutkan, Kadis Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal telah menyampaikan edaran kepada para kepala sekolah mengenai diperpanjangnya libur sekolah itu. "Melihat kondisi kabut asap yang sampai saat ini belum kunjung membaik, maka diinformasikan bahwa: 1. Siswa masih diliburkan sampai hari Sabtu 21 September 2019. 2. Bapak/ibu guru diharapkan memberikan tugas pelajaran kepada siswa di rumah dan orang tua melakukan pengawasan. 3. Pengumuman ini bersifat tentatif, apabila cuaca membaik maka akan diberikan pengumuman susulan," demikian isi edaran tersebut.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi kepada pers kemarin di Pekanbaru mengatakan, diliburkannya anak sekolah karena tingkat kualitas udara yang sudah masuk kategori tidak sehat atau berbahaya. Meski demikian, ia meminta para orang tua mengawasi anak-anak agar tidak bermain-main atau berkeliaran di luar apalagi tanpa masker. "Libur bukan berarti bebas dari tugas sekolah, anak-anak diharapkan tetap belajar di rumah agar jadwal ujian akhir semester nanti bisa tidak terganggu," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Pekanbaru yang saat ini dalam kondisi hamil, diberikan keringanan untuk bekerja di rumah dan tidak harus masuk kantor. Kondisi kabut asap saat ini dinilai bisa berbahaya bagi janin dan bayi. Karena itu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pekanbaru diminta untuk segera membuat surat edaran agar ASN yang sedang hamil tidak diwajibkan masuk kerja seperti biasa.

Sementara itu, seorang bayi laki-laki yang masih berumur tiga hari, meninggal di Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru, Rabu malam. Banyak pihak menduga kematian bayi tersebut antara lain dipicu kondisi masih parahnya kabut asap di Kota Pekanbaru.

Evar Warisman Zendrato dan Lasmayani Zega, orang tua bayi kepada wartawan mengatakan, anaknya sempat mengalami sesak nafas pada Rabu malam sebelum akhirnya meninggal. Bayi tersebut lahir dalam kondisi sehat pada Senin sore kemarin di salah satu klinik di Jalan Lintas Timur Kulim. "Kondisinya sehat waktu lahir, karena itu Selasa kemarin kami sudah dibolehkan pulang ke rumah. Di rumah juga biasa-biasa saja. Tapi mulai Selasa malam, dia mulai demam dan sesak. Karena khawatir, kami lalu memanggil bidan ke rumah dan setelah diobati sempat membaik sebentar," tutur Lasmayani.

Plt Kadis Kesehatan Kota Pekanbaru M Amin mengaku sudah mendapat informasi mengenai meninggalnya bayi berusia tiga hari di Kulim tersebut. Pihaknya masih mendalami kasusnya untuk memastikan penyebab kematian bayi tersebut. "Laporan dari Puskesmas, bayi tersebut demam tinggi, suhunya mencapai 39. Jadi masih kita dalami penyebabnya," ujarnya.(M26/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments