Minggu, 20 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Kabupaten Maluku Tenggara akan Berubah Nama Jadi Kepulauan Kei

Kabupaten Maluku Tenggara akan Berubah Nama Jadi Kepulauan Kei

admin Kamis, 10 Oktober 2019 21:10 WIB
Ilustrasi
Ambon (SIB) -Kabupaten Maluku Tenggara akan berubah namanya jadi Kabupaten Kepulauan Kei. Usulan perubahan nama itu sudah disampaikan bupati dan disepakati oleh DPRD setempat.

"Berdasarkan hal tersebut DPRD Malra telah menyelenggarakan rapat gabungan Komisi A, B dan C, dan hasil rapat gabungan tersebut menghasilkan satu kesimpulan bahwa perubahan nama kabupaten disampaikan pada paripurna untuk disetujui hari ini," ungkap Ketua DPRD Malra S Thadeus Welerubun, Rabu (9/10).

Rapat tersebut dilaksanakan pada Selasa (8/10). Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menyatakan perubahan nama menjadi Kabupaten Kepulauan Kei merupakan momentum untuk kemakmuran masyarakat di daerah itu.

"Kita ingin menegaskan bahwa pendekatan pembangunan kabupaten Kepulauan Kei, sama dengan daerah otonom lainnya, yakni pendekatan pembangunan berwawasan kepulauan," jelas Thaher dalam keterangan terpisah.

Dikatakan, untuk skala Maluku, penamaan Kabupaten Kepulauan Kei juga akan semakin mendorong pembentukan Provinsi Maluku Tenggara.

"Pergantian nama kabupaten merupakan komitmen dan cita-cita kita bersama untuk membangun Maluku Tenggara yang lebih baik, sejahtera di masa yang akan datang," katanya.

Maluku Tenggara saat ini hanya terdiri dari pulau Kei Kecil, Kei Besar, Ur, Warbal, dan Tanimbar Kei.

Kearifan lokal penamaan Kepulauan Kei/Evav sesungguhnya sebagai pijakan berpikir untuk merumuskan penamaan Kabupaten Kepulauan Kei. Usulan penamaan ini telah melewati proses yang panjang.

Thaher menjelaskan, setelah disetujui oleh DPRD, tahap berikutnya adalah proses pertimbangan dan persetujuan lebih lanjut dari otoritas pemerintah secara berjenjang.

"Kami sungguh memahami bahwa ada berbagai pandangan menyetujui dan tidak menyetujui perubahan nama ini, namun itu adalah proses dinamika untuk mewujudkan sebuah kemajuan tanpa mengesampingkan para pendahulu daerah ini," jelas Thaher. (detikcom/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments