Kamis, 16 Jul 2020

KPK Imbau Jokowi Laporkan Gratifikasi Pernikahan Gibran

* 200 Tukang Becak Diundang
Selasa, 09 Juni 2015 14:41 WIB
SIB/Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak, Sardi Ahmad, menunjukkan undangan menghadiri pernikahan Gibran-Selvi.
Jakarta (SIB)- Presiden Joko Widodo diimbau untuk melaporkan gratifikasi pada pernikahan anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Sebab, acara itu juga akan didatangi sejumlah tamu penting, pejabat negara, dan pengusaha.

Menurut pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indriyanto Seno Adji, sesuai undang-undang, pejabat negara tidak diperkenankan menerima gratifikasi. "Pejabat negara tidak dibenarkan menerima apapun bentuknya yang dikategorikan sebagai gratifikasi," katanya di Jakarta, Minggu (7/6).

Indriyanto menambahkan, laporan gratifikasi pernikahan menjadi sesuatu yang rutin di KPK.  Kendati demikian, KPK tak akan menerjunkan tim ke pernikahan Gibran untuk menangani laporan gratifikasi tersebut. "Tidak ada tim," ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar para penyelenggara negara yang hadir dalam pernikahan putra sulung Presiden Jokowi untuk tidak memberi "amplop". Pasalnya, pejabat tidak boleh menerima atau memberi sesuatu yang bisa dianggap sebagai gratifikasi.

"Larangan gratifikasi sebagai sesuatu yang imperatif (bersifat perintah). Kalau imbauan sebenarnya akan sama dengan regulasinya, karena semua penyelenggara negara tidak dibenarkan menerima apapun bentuknya yang dikategorikan sebagai gratifikasi," imbuh dia.

GIBRAN MINTA TAMU TAK BERI SUMBANGAN

Sementara itu, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka meminta para tamu undangan tidak memberi sumbangan dalam bentuk apapun di hari kebahagiaannya nanti. Hal itu dilakukan untuk menghindari gratifikasi.

"Iya ini untuk mencegah gratifikasi," ujar Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, Senin (8/6).

Dalam undangan yang diterima, imbauan itu tertulis dalam secarik kertas yang diselipkan di dalam undangan. Berwarna merah jambu, secarik kertas itu sebenarnya untuk menukar souvenir. Namun tertulis juga imbauan agar tidak memberi sumbangan.

"Presiden paham karena biasanya kegiatan sosial, budaya dan keagamaan seringkali jadi sasaran gratifikasi untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah," jelas Teten.

Teten juga berharap hal ini menjadi contoh bagi para pejabat negara lainnya. Para penyelenggara negara harus menolak pemberian sumbangan dari para tamu undangan.

"Harus jadi contoh bagi pejabat lainnya juga," tuturnya.

Pasal 12 B Undang-undang nomor 20 tahun 2001, menyebut gratifikasi adalah meliputi pemberian uang, barang, potongan, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, hingga pengobatan cuma-cuma.

Namun, apabila kado atau hadiah kadung diterima oleh pejabat yang bersangkutan, maka ada kewajiban pejabat tersebut melaporkan kepada KPK selambat-lambatnya 30 hari kerja kepada KPK, terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima. Laporan nantinya disampaikan tertulis seperti dalam formulir yang ada.
Pernikahan anak pejabat dengan mensyaratkan tamu undangan tidak membawa kado pernah dilakukan Panglima TNI Moeldoko. Hal serupa dilakukan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

UNDANG 200 TUKANG BECAK

Pesta pernikahan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda, tak hanya untuk pajabat. Pihak keluarga juga mengundang kelompok tukang becak setempat.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak (FKKB), Sardi Ahmad, 47 tahun, mengatakan pihaknya mendapat undangan untuk mewakili kelompok becak yang ada di Solo. Sardi mengaku mendapat dua undangan untuk dua orang mewakili FKKB di acara resepsi 11 Juni nanti.

"Dari pihak Polres (Solo) yang kasih. Nanti yang mewakili dua orang," kata Sardi , Minggu (7/6).

Sardi menambahkan undangan pernikahan tersebut telah ia peroleh dua hari yang lalu. "Sebelumnya sudah kontak-kontak dengan yang mau kasih," imbuhnya.

Selain sebagai tamu undangan dalam pernikahan nanti, sebanyak 200 tukang becak juga akan mengambil peran dalam penyambutan tamu undangan.

Tukang becak yang tergabung dalam FKKB itu nantinya akan menjemput tamu undangan dari lokasi parkir, yakni dari Lapangan Sumber dan lapangan Banyuanyar, menuju lokasi pernikahan di Graha Saba Buana. Jarak dengan lokasi parkir dengan lokasi pernikahan sekitar 500 meter. 

KETUA RT JUGA DIUNDANG


Pernikahan putra sulung Presiden Jokowi dengan Selvi Ananda pada 11 Juni mendatang akan mengundang ribuan orang yang terbagi dalam lima shift dalam sehari semalam. Para pejabat lokal di Solo, anggota DPRD hingga seluruh ketua RW di Solo juga diundang. Pemkot telah mendistribusikan undangan itu.

Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, mengatakan para pejabat di lingkungan Pemkot Surakarta terdiri dari para kepala SKPD, camat hingga lurah di seluruh Solo. Para pejabat lokal lokal ini diundang untuk menghadiri resepsi pada Kamis (11/6) siang.

Selain itu seluruh anggota DPRD Kota Surakarta juga diundang. Demikian pula seluruh Ketua RW. Sedangkan untuk Ketua RT, yang diundang hanya yang dekat dengan lingkungan kediaman presiden, yaitu para Ketua RT di Kelurahan Sumber, Kelurahan Banyuanyar dan Kelurahan Manahan.

"Para ketua RW dan sebagian Ketua RT ini diundang hadir dalam pada saat midodareni pada Rabu malam, bukan pada saat resepsinya. Seluruh undangan untuk para lurah hingga Ketua RT, saya sudah perintahkan kepada para camat untuk mendistribusikannya," ujar Rudy, Senin (8/6).

Rangkaian acara pernikahan agung putra sulung Presiden akan dimulai sejak 9 Juni hingga puncaknya pada 11 Juni mendatang. Pada 11 Juni akan dilakukan ijab pernikahan pukul 09.00 WIB. Selanjutnya disusul resepsi yang dibagi dalam 5 shift; tiga shit pada siang hari mulai 10.00 WIB hingga 13.00 WIB dan 2 shift malam mulai 18.30 WIB hingga 20.30 WIB. (KJ/dtc/Metrotvnews/d)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments