Rabu, 22 Jan 2020

KBRI Wellington Gelar Konser Budaya Istimewa di Selandia Baru

Rabu, 07 November 2018 16:28 WIB
Wellington (SIB)- Rangkaian perayaan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Selandia Baru akan ditutup dengan pagelaran istimewa di Wellington pekan ini.

Sebuah konser bertajuk The Symphony of Friendship siap dihelat oleh Kedutaan Besar RI untuk Selandia Baru, di gedung pertunjukan ikonik di Wellington, The Opera House, pada Jumat (9/11) malam waktu setempat.

Konser yang rencananya berlangsung selama 90 menit itu akan menampilkan tiga penyanyi dari Indonesia; Edo Kondologit, Gita Gutawa, dan Andmesh Kamaleng, plus dua penyanyi dari Suku Maori yakni Maisey Rika dan Tama Waipara. Mereka akan diiringi oleh salah satu orkestra ternama di Selandia baru, Wellington Orchestra, yang dikonduktori serta diaranjeri oleh Erwin Gutawa.

Dubes Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, mengatakan, konser istimewa ini untuk pertama kalinya dipanggungkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bagian dari Pasifik yang berbagi kesamaan budaya dan adat istiadat.

"Kami yakin, konser yang akan mengolaborasikan musi Maori (suku asli Selandia Baru) dengan musik dari Indonesia bagian timur ini akan semakin mempererattali persaudaraan kita dengan bangsa-bangsa di Pasifik," tutur Tantowi dalam keterangan persnya.

Tahun ini adalah tahun ke-60 sejak Indonesia dan Selandia Baru resmi berhubungan diplomatik. Kedubes RI di Wellington telah menyelenggarakan berbagai kegiatan di antaranya seminar publik, pameran foto, panggung seni, dan lain-lain di berbagai kota. Rangkaian perayaan tersebut dibuka dengan kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo pada Maret lalu, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia yang berada di Selandia Baru.

Konser "The Symphony of Friendship" rencananya juga akan disaksikan langsung oleh antara lain ketua DPR RI, Bambang Soesatyo, dan ketua parlemen Selandia Baru, Trevor Mallard.

"Kami juga mengundang para pelajar Indonesia yang berada di sini, yang rata-rata berusia 15 tahun, karena mereka adalah pemilik masa depan hubungan Indonesia-Selandia Baru. Semakin dini mereka mengenal Indonesia, maka semakin cepat mereka akan jatuh cinta," tambah Tantowi. (detikcom/l)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments