Minggu, 16 Jun 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Jaksa Agung : Ancaman HS Penggal Kepala Jokowi Bukan Kekhilafan

Jaksa Agung : Ancaman HS Penggal Kepala Jokowi Bukan Kekhilafan

admin Selasa, 21 Mei 2019 16:47 WIB
SIB/Dok
KETERANGAN: Jaksa Agung HM Prasetyo (kacamata) didampingi Kapuspenkum Kejagung, DR Mukri saat menyampaikan keterangan resminya di Kejagung, Jakarta
Jakarta (SIB) -Jaksa Agung HM Prasetyo menilai ancaman yang dilontarkan tersangka HS yang mengancam akan memenggal kepala Presiden "Jokowi" bukanlah kekhilafan.

"Dia (HS) mengaku khilaf, atau menyesal ya itu konsekuensi dari apa yang dilakukan khilaf, kok berulang kali disampaikan saya akan penggal siap Jokowi dipenggal lehernya demi allah, itu kan tidak ada khilaf di situ, sengaja diucapkan sengaja dilakukan niatnya seperti itu," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Minggu (19/5).

Lain hal, kata Jaksa Agung, jika ancaman tersebut diucapkan sambil bercanda bisa bermakna lain.

"Sambil guyon sekali bisa khilaf ini berulang kali disampaikan. Bahkan bersumpah demi allah. Ini yang kita lihat rekaman yang viral.
Berdalih khilaf atau menyesal ya semua sudah terjadi, istilah hukumnya delik sudah selesai," tegas Jaksa Agung.
Menurut Jaksa Agung, ucapan tersebut bisa dikatagorikan termasuk makar.

"Kan mengancam memenggal kepala presiden, gimana sih. Baca 104 kuhp jelas di situ mengancam memenggal, makanya harus hati-hati bicara itu," ujarnya.

Terkait pembuktian kasus tersebut, Jaksa Agung mengatakan pihaknya tinggal mengumpulkan pembuktian di persidangan
"Tinggal penyidik mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan, unsur-unsur pasal dituduhan dari situ jaksa menilai lagi kalau memang layak diteruskan kami limpahkan ke pengadilan kita serahkan keputusannya kepada hakim," pungkasnya.

Seperti diketahui HS sempat melontarkan ancaman pemenggalan terhadap kepala Jokowi. Ancaman tersebut direkam dalam video berdurasi 1 menit 13 detik yang diambil saat massa berdemonstrasi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Jumat (10/5) lalu, dan menjadi viral di media sosial.

Atas perkataannya tersebut, HS dikenakan ancaman tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan Presiden RI.

HS juga dikenakan dua pasal yakni, pasal 104 KUHP mengenai makar serta pasal 27 ayat 4 UU ITE
Sementara itu penyidik Polda Metro Jaya juga telah menetapkan Ina Y yang diduga sebagai perekam video pelaku pengancam pemenggal kepala Presiden Jokowi sebagai tersangka. Ina ditangkap petugas di rumahnya Grand Residence City, Bekasi (J02/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments