Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Hisar Pasaribu dari ITB Bandung dan Himsar Ambarita dari USU Medan Bawa Mobil Irit BBM Bertarung di Manila

SEM Asia 2014

Hisar Pasaribu dari ITB Bandung dan Himsar Ambarita dari USU Medan Bawa Mobil Irit BBM Bertarung di Manila

Sabtu, 08 Februari 2014 23:19 WIB
Jakarta (SIB)- Rakata, mobil rakitan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) itu kini tengah berada di Manila, Filiphina, dalam rangka perlombaan Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2014. Ini adalah lomba mobil rakitan yang paling irit mengkonsumsi BBM yang diikuti oleh 15 negara dari Asia dan Timur Tengah. Sementara itu Tim Horas USU dibimbing Dr Himsar Ambarita juga bertarung di Manila.

Dosen ITB sekaligus Ketua Tim Rakata Hisar Pasaribu mengatakan awalnya mobil tersebut dikerjakan sebagai tugas akhir bagi mahasiswanya. Namun, melihat perkembangan dan potensi yang bagus, akhirnya mobil tersebut menjadi rakitan untuk dilombakan.

"Awalnya dari tugas akhir beberapa mahasiswa, kemudian jadi ikut lomba," ujar Hisar di arena balap SEM Asia 2014, Luneta Park, Manila, Filiphina, Jumat (7/2/2014).

Hisar mengatakan untuk membangun mobil rakitan tersebut dia dan timnya bekerja optimal selama 7 bulan. Biaya yang dihabiskan untuk membangun mobil rakitan irit BBM ini sekitar Rp 200 juta. Untuk menutup angka itu, dia dan timnya mendapat dana dari pihak kampus sebesar Rp 60 juta.
"Sisanya kita cari sponsor," katanya.

Hisar mengatakan, yang membutuhkan biaya mahal dalam perakitan ini yaitu pembuatan body berbahan fiber. Sedangkan untuk mesin, mereka hanya memodifikasi mesin sepedamotor yang sudah jadi.

"Ini pakai mesin sepedamotor matic. Kita modifikasi agar menggunakan bahan bakar ethanol dengan penggunaan seirit mungkin," katanya.
Rakata akan ikut dalam SEM Asia 2014 kategori Prototype menggunakan bahan bakar ethanol. Tim asal Bandung ini mencoba menargetkan jarak tempuh 60 km per 1 liter ethanol.

"Kita sudah uji coba kemarin, dapat ditempuh sekitar 460 Km. Mudah-mudahan target 600 Km tercapai," katanya.

Untuk mengikuti ajang ini, Tim Rakata harus mencari sponsor untuk biaya pengangkutan mobil Rakata ke Manila yang mencapai Rp 60 juta.
"Jadi cari dana lagi untuk biaya ke sini. Mahal," katanya.

TIM HORAS USU
Sebanyak 15 mobil unik rakitan dari mahasiswa negara Asia dan Timur Tengah berbaris rapi di sirkuit balapan buatan di tengah Kota Manila. Mereka siap untuk memulai balapan penggunaan BBM teririt sejauh mungkin.

Pantauan, Jumat (7/2), balapan resmi dimulai pukul 10.30 waktu Manila di Sirkuit Luneta Park. Tampak hadir Wali Kota Manila, Joseph Estrada yang kemudian mengangkat bendera start tanda dimulainya acara perlombaan tersebut. Di bawah suhu sekitar 30 derajat, para pebalap mahasiswa ini siap untuk mengendarai mobil jenis protoype dan urban concept ini.

Total ada 105 tim dari 15 negara Asia dan Timur Tengah di ajang lomba irit BBM ini. Mereka semua adalah mahasiswa yang merakit dan mengembangkan sendiri mobil yang akan dilombakan.

Salah seorang peserta asal Indonesia, Himsar Ambarita mengatakan, dia dan timnya sangat antusias untuk mengikuti perlombaan ini, meski harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mengirimkan mobil rakitannya ke Thailand.

"Ini kita sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah, kita cari sendiri. Ini bikin mobilnya saja lebih dari Rp 40 juta. Jadi kita dibantu sama sponsor dan beberapa petinggi kampus," kata Himsar yang merupakan pengawas dari Tim Horas Universitas Sumatera Utara (USU).

Tim Horas USU Medan akan mengikuti ajang ini di kelas Urban Concept yang menggunakan bahan bakar ethanol dan bio diesel. (detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments