Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Gubenur Jatim Bantah Penundaan Pelantikan Terkait Suap Akil Mochtar

Gubenur Jatim Bantah Penundaan Pelantikan Terkait Suap Akil Mochtar

Kamis, 16 Januari 2014 11:33 WIB
Jakarta (SIB)- Gubernur Jawa Timur, Soekarwo membantah adanya penundaan pelantikan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2014-2019 terkait adanya isu suap Rp10 miliar dari pihak Soekarwo ke mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang saat ini menjadi tersangka kasus dugaan pengaturan pemenangan sengketa Pilkada di MK.

"Ya enggak, bagaimana mungkin, pelantikan ditunda itu kan, kalau ada masalah hukum," kata Gubernur Jawa Timur yang baru terpilih namun belum dilantik, Soekarwo usai rapat koordinasi lembaga negara di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (15/01).

Soekarwo menegaskan dirinya justru baru mengetahui adanya isu suap tersebut setelah didatangi wartawan dan diberikan print out berita-berita di media massa. Dijelaskannya, pihaknya tidak pernah diberitahu adanya permintaan uang suap tersebut dari Zainudin, PLT Ketua Golkar Jawa Timur.

"Nggak ada disampaikan sama saya. Cuma disampaikan (oleh Zainudin kalau kondisinya) gawat. Padahal bagaimana bisa gawat? Saksi yang berjumlah 71.200 orang sudah tandatangan semua. Saksi yang bersidang di MK pun juga tidak ada yang memberatkan,"tegas Soekarwo.

Soekarwo juga mengatakan dirinya sempat bingung dan heran mengapa Zainudin sampai bilang gawat saat bertemu pada 2 Oktober 2013.

"Dengan semua saksi menandatangani, itu sudah menunjukkan fairness. Semua saksi sudah kita lihat fairness. ini bagus sekali. Bukan gawat tapi sangat fairness. Sampai di situ pembicaraan saya dengan Zainudin," tuturnya.

Terkait adanya permintaan uang Rp10 miliar yang diminta mantan ketua MK tersebut, Soekarwo mengatakan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.
Didesak kesiapannya jika dipanggil KPK, Soekarwo menegaskan sebagai warga negara Indonesia, dia pasti memenuhi panggilan tersebut.

"Ya Siapapun yang dipanggil harus siap. Sebagai warga negara, harus siap untuk diperiksa," pungkasnya.

Seperti diketahui, beredar kabar kalau Akil meminta uang Rp10 miliar pada Zainudin. Permintaan uang dilakukan terkait dengan sengketa Pemilukada Jawa Timur di MK. Akil mengancam kalau tidak diberi uang akan memutus untuk mengulang Pemilukada di Jawa Timur. (BAS/ r)
T#gs DPRD
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments