Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Gita Wirjawan Dapat Gelar Raden Tumenggung dari Pakualaman Yogya

Gita Wirjawan Dapat Gelar Raden Tumenggung dari Pakualaman Yogya

Jumat, 10 Januari 2014 09:29 WIB
Yogyakarta (SIB)- Kadipaten Puro Pakualaman Yogyakarta memberikan gelar dan kenaikan pangkat kepada sejumlah tokoh dan abdi dalem. Gelar maupun kenaikan pangkat ini diberikan kepada mereka yang dianggap memiliki prestasi dan punya jasa pada Puro Pakualaman.

Pemberian gelar dan kenaikan pangkat diberikan pada saat tradisi Tingalan Wiyosan Dalem KGPAA Paku Alam IX ke 78 tahun Jawi atau peringatan ulang tahun Sri Paduka Pakualam IX ke 78 dalam penanggalan Jawa. Kali ini yang diberi gelar atau dinaikkan pangkatnya pada orang yang dianggap berprestasi dan berjasa kepada Puro Pakualaman. Di antaranya adalah Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo.

Gita mendapat kedudukan langsung menjadi Bupati Sepuh dengan gelar KRT (Kanjeng Raden Tumenggung) Djojonegoro. Sementara Roy Suryo yang masih kerabat Pakualaman, naik pangkat dari sebelumnya Bupati Anom menjadi Bupati Sepuh. Gelar Roy Suryo sendiri tetap atau tidak berubah yakni KRMT (Kanjeng Raden Mas Tumenggung) Roy Suryo Notodiprojo.

Ketua Hudoyono Puro Pakualaman KPH Kusumoparastho mengatakan, pemberian gelar pada Gita didasarkan pada berbagai kriteria. Gita yang juga peserta konvensi Partai Demokrat dianggap memiliki prestasi.

"Kita adakan seleksi, tidak sembarang orang bisa dapat gelar ini. Ada kriteria tertentu yang kita pakai. Kita beri karena prestasi untuk membangun potensi, bukan sekedar popularitas," kata KPH Kusumoparastho di Puro Pakualaman Yogyakarta, Kamis (9/1).

Salah satu kriteria pemberian gelar untuk Gita adalah posisinya sebagai menteri. Ia memiliki pemikiran yang dianggap cukup bagus. Gelar yang disandang mempunyai risiko-risiko, terutama di bidang kebudayaan.

Diharapkan Gita dapat memberikan kontribusi untuk membangun Kadipaten Pakualaman. Baik pemikiran maupun finansial.

Pakualaman menolak anggapan bahwa pemberian gelar bersifat politik, karena posisi Gita yang akan mencalonkan sebagai presiden. Karena menurutnya, orang yang mendapat gelar tergantung pemanfaatannya. Bisa positif maupun negatif.

"Ndak ada politik apa-apa. Karena proses ini tidak mendadak, hanya momennya saja yang kebetulan. Prosesnya sudah setahun lalu. Soal mau jadi presiden, itu pribadi," katanya.

Menurut Kusumoparastho, Pakualaman mendukung Gita maju sebagai presiden. Asalkan tujuannya baik. (detikcom/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments