Sabtu, 19 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU

Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Usul Hapus Pembahasan Sekolah Minggu di UU

Kamis, 15 November 2018 16:44 WIB
Jakarta (SIB)- Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk mengusulkan agar pembahasan mengenai Sekolah Minggu dihapus atau dibatalkan dari rencana pembahasan untuk dimasukkan dalam undang-undang (UU). "Kalau masih dibahas dan kemudian dimasukkan dalam UU, berarti negara mengatur keimanan individu umat beragama. Mirisnya, individu itu adalah bala tentara muda gereja," ujar tokoh pemuda Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk Pdm Krisman Saragih SE di tengah Musyawarah Besar (Mubes) VIII Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) di Jakarta, Rabu (14/11).

Didampingi Pdt Kamsuddin Sirait STh, Pdm Sariaty Manurung, Pdm Krisman Saragih yang dihubungi via selulernya meminta, seluruh peserta Mubes PGPI diharapkan bersuara yang sama seperti apa yang dikemukakannya. "Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk yakin bahwa apa yang dibicarakan selama ini tentang Sekolah Minggu hingga hendak dimasukkan dalam UU, karena ketidaktahuan mengenai Sekolah Minggu secara utuh," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Mubes VIII PGPI yang berlangsung di Gereja Bethel Indonesia Mawar Sharon, Jalan Hibrida Timur, Kelapa Gading Permai, dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Dalam pembukaan, Menag membuka ditandai pemukulan gong sebanyak lima kali didampingi Ketua Umum Pengurus Pusat PGPI Pdt DR Jacob Nahuway MA, Ketua Panitia Pdt Jason Balompapueng.

Pdm Krisman Saragih mengatakan, Sinode Gereja Pentakosta Sumatera Utara/Pinksterkerk justru melihat yang terpenting adalah pembinaan Sekolah Minggu dalam arti fisik karena tidak sedikit gereja belum memiliki fasilitas Sekolah Minggu. "Bahkan banyak sinode gereja yang berwadah dalam PGPI tidak punya gedung Sekolah Minggu yang membuat minat anak-anak ber-Sekolah Minggu, menurun," ujarnya sambil mengatakan, 85 anggota Sinode dalam PGPI di Indonesia masih butuh pembinaan untuk Sekolah Minggu. "Apalagi yang berada jauh dari kota, yang di pelosok di mana anak-anak gereja tidak tersentuh dengan Sekolah Minggu," tutupnya.

Sebelumnya dalam emailnya, Pdm Krisman Saragih mengatakan persoalan gereja ke depan adalah menguatkan iman warganya hingga tidak terbawa dalam perdebatan soal kerukunan sesama umat beragama. (R10/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments