Rabu, 20 Nov 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Dirjen Kebudayaan Apresiasi KPPS HKBP Kontribusi Pokok Pikiran Pemajuan Kebudayaan Batak Non Benda

Dirjen Kebudayaan Apresiasi KPPS HKBP Kontribusi Pokok Pikiran Pemajuan Kebudayaan Batak Non Benda

admin Rabu, 28 November 2018 14:46 WIB
Jakarta (SIB) - Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dr Hilmar Farid menerima kunjungan Pengurus Komisi Pelaksana Pelayanan Strategis (KPPS) HKBP yang menyerahkan Buku Pokok-Pokok Pikiran Pemajuan Kebudayaan Daerah "Batak Non Benda" sebagai kontribusi untuk Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (26/11). 

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Dr Hilmar Farid mengapresiasi kehadiran buku pokok-pokok pikiran pemajuan kebudayaan yang datang dari masyarakat seperti yang dilakukan saat ini.

"Masukan dari masyarakat ini akan dipelajari oleh kementerian untuk membuat kebijakan dan strategi pemajuan kebudayaan tersebut. Terima kasih kepada KPPS HKBP yang telah berjerih lelah menghadirkan buku pokok pikiran ini," kata Hilmar Farid seraya mengundang KPPS HKBP untuk ikut serta dalam Kongres Budaya Indonesia 2018 yang diadakan 5-9 Desember 2018.

Pada kesempatan bertemu dengan Dirjen Kebudayan Hilmar Farid, KPPS HKBP sempat berdiskusi tentang budaya Batak dan menjelaskan kepada Dirjen Kebudayaan bahwa budaya itu berkaitan dengan lingkungan hidup, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat desa.

Buku pokok-pokok pikiran ini merupakan hasil kerjasama antara KPPS HKBP dengan Komunitas Gaja Toba, serta didukung oleh Universitas HKBP Nommensen, Universitas Parahiyangan, Universitas Sumatera Utara dan Kerukunan Masyarakat Batak. Adapun tim perumus buku tersebut adalah Dr Sumihar Petrus Tambunan, Prof Dr Rudi Tambunan, St Ir Leo Hutagalung MSCE, Walden Nadeak SKom MM dan Dr Witarsa Tambunan. 

Buku tersebut merupakan hasil FGD di bidang Kebudayaan Batak dengan tema "Habatahon Nauli Namardomu tu Pariwisata - Sapta Pesona", yang diadakan pada 18 November di Ruang Serbaguna C HKBP Kebayoran Baru. 

Ketua KPPS HKBP, Sumihar Petrus Tambunan, menjelaskan buku ini sebetulnya melengkapi pokok pikiran pemajuan kebudayaan daerah yang sudah disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten seputar Tano Batak, khususnya budaya non benda.

Sumihar mengemukakan ada tujuh butir rekomendasi. Salah satu rekomendasinya adalah pemajuan kebudayaan komponen budaya non benda di bidang lingkungan hidup, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat, perlu direvitalisasinya peran serta masyarakat di bidang pemerintahan daerah (UU no 23 tahun 2014) dan Pemerintahan Desa (UU No 6 tahun 2014). "Sinergi kerja Kepala Desa - Raja Huta - Tokoh Agama dapat meningkatkan kinerja bersama di bidang pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana desa, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sekitar desa dan mewujudkan Sapta Pesona Pariwisata," kata dia.

Sementara St Ir Leo Hutagalung menambahkan perlunya dibangun taman edukasi di ruang terbuka desa adat dan di halaman rumah ibadah, berbasis komunitas, sehingga proses belajar budaya bisa berkelanjutan. (J03/q)

Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments