Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Dalam Negeri
  • Denpasar Kota Paling Makmur di Indonesia, Jakarta Hanya Peringkat 10

Denpasar Kota Paling Makmur di Indonesia, Jakarta Hanya Peringkat 10

admin Selasa, 17 September 2019 19:33 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Banyaknya penduduk, ataupun status sebuah kota tak bisa memastikan bahwa kota itu makmur. Banyak hal yang membuat sebuah kota mendapatkan predikat makmur.

Di dunia untuk melihat tingkat kemakmuran sebuah kota dilihat dari City Prosperity Index (CPI). CPI adalah metode yang dikembangkan oleh UN-Habitat untuk memonitor implementasi dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda.

Di Indonesia, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), membuat penelitian tentang Indonesia City Prosperity Index (CPI) 2019. Peluncuran CPI adalah bentuk komitmen REI dalam berkontribusi bagi pengembangan perkotaan di Indonesia.

"Ini adalah sumbangsih kami sebagai organisasi yang memiliki keberagaman anggota, mulai dari pengembang rumah rakyat hingga pengembang kota baru, dari pengembang hotel hingga pengembangan kawasan pariwisata dan kawasan industri," kata Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata dalam keterangan tertulis, Minggu (15/9).

Menurut Soelaeman, pengembang memiliki posisi yang strategis dalam membentuk suatu kota dan index ini mengajak para pelaku pembangunan kota untuk bersama-sama menjadikan kota di Indonesia menjadi lebih makmur.

Terdapat enam indikator dalam CPI milik REI yang diukur untuk menentukan kemakmuran suatu kota. Di antaranya produktivitas, pembangunan infrastruktur, kesetaraan dan inklusivitas sosial, kualitas hidup, keberlanjutan lingkungan, serta legislasi dan postur kelembagaan kota.

Dalam Indonesia CPI 2019 ini, terdapat 21 kota yang diteliti oleh DPP REI. Berdasarkan hasilnya, Denpasar adalah kota yang paling makmur di Indonesia. Diikuti oleh Batam, Balikpapan dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Denpasar sebagai kota paling makmur di Indonesia memeroleh skor 60,2% yang artinya masih masuk dalam kategori moderately solid. Artinya juga belum ada kota-kota di Indonesia yang masuk pada kategori solid dan very solid.

Sementara Jakarta, menduduki peringkat ke-10. Skor yang didapat ibu kota Indonesia ini hanya 55%.

Soelaeman berharap adanya CPI dapat menjadikan landasan pijakan kota-kota di Indonesia untuk terus menjadi lebih baik di tahun-tahun mendatang.

"Kami berharap kota-kota di Indonesia hari ini berkompetisi secara positif untuk mencapai level tertinggi, agar bisa setara dengan kota-kota di negara lain," tutupnya. (detikcom/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments