Sabtu, 07 Des 2019

Pembangunan Desa

Dana Desa untuk Pemberdayaan Ekonomi

admin Jumat, 09 Agustus 2019 21:37 WIB
Ilustrasi
Jakarta (SIB) -Pemerintah akan menekankan pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatakan sumber daya manusia (SDM). Dalam pemberdayaan ekonomi ini, pemerintah akan melibatkan pihak swasta.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengatakan selama ini dana desa hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, namun kalau diikuti terus infrastruktur tidak akan ada habisnya. Oleh sebab itu, pemerintah mempunyai ide bahwa dengan dana desa, desa dapat menciptakan model keuangan dan model bisnis sendiri.

Menurut Eko, jika desa sudah dapat menciptakan model keuangan dan model bisnis sendiri maka desa akan menjadi mandiri dengan pendapatannya sendiri.

Saat ini, lanjut dia, sudah banyak desa-desa yang mempunyai pendapatan lebih besar dibandingkan dana desanya dan sudah banyak desa yang membayar pajak lebih besar dari dana desanya.

Untuk menuju ke sana, pemerintah berusaha menciptakan pasar bagi masyarakat desa dengan bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk sesama kementerian, universitas dan pihak swasta.

"Kemendes tidak bisa sendirian, ekonomi Indonesia sebagian besar digerakkan oleh swasta, maka kita libatkan swasta untuk membangun desa sehingga pertumbuhan ekonomi desa bisa lebih cepat," kata dia.

Dalam pendekatan pembangunan desa, kata Eko, pihaknya berupaya membangun pasar terlebih dahulu kemudian ke sektor produksi. Dengan adanya pasar maka produksi desa akan dapat diserap.

LAKUKAN KERJA SAMA
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengatakan, Kemendes PDTT dan perusahaan e-commerce, Tokopedia, telah melakukan kerja sama untuk mengembangkan ekonomi digital di desa dan daerah tertinggal.

Hal tersebut searah dengan target pemerintah Indonesia pada 2020 untuk bisa menjadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara. "Kerja sama ini juga untuk meningkatkan kapasitas SDM di desa, oleh sebab itu Kemendes bekerja sama dengan Tokopedia untuk membangun pasar bagi masyarakat desa," kata Eko.

Selain Tokopedia, pihaknya juga sudah bekerjasama dengan e-commerce lain dalam memberikan pasar ke pada masyarakat di desa.
Eko menilai selama ini fokus pembangunan desa masih pada produksi saja, tanpa memikirkan pasarnya. Oleh sebab itu, saat ini Kemendes PDTT berupaya membuka pasar itu, agar masyarakat desa tahu menyalurkan produk-produk mereka.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Tokopedia, ada serangkaian program yang akan dijalankan bersama, yaitu Tokopedia Center.
Tokopedia Center merupakan e-commerce hub yang dibangun di desa dan daerah tertinggal serta kawasan transmigrasi guna menghubungkan pembeli dan penjual lokal dengan pasar nasional dan menjadi pusat edukasi digital.

"Dengan adanya Tokopedia Center diharapkan akan menjadi media pemasaran secara digital dari berbagai produk BUMDes yang ada di berbagai daerah di Indonesia," pungkasnya. (KJ/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments